Breaking News

Berita Palembang

Abas Akbar dan Dua Pesilat Sumsel Jajal Kejuaraan Dunia di Malaysia

pemanggilan dirinya yang diminta segera bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional paling lambat pada 9 Juni 2022 lalu di Jakarta.

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Handout
Pelatih pencak silat Sumsel, Abas Akbar bersama atletnya Nia Larasati Kelas G Putri, dan Fransiska Sandra Dewi Kelas H Putri. 

Menanggapi panggilan Pelatnas waktu itu, Fransiska Sandra kepada Sripoku.com menyatakan siap menjalani panggilan tersebut.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

"Siap selalu kalau Siska," kata Siska. 

Menurut peraih medali emas kelas F pencaksilat pada PON XX 2021 Papua, pemanggilan ini sebetulnya sudah lama.

"Kan habis PON itu seleksi nasional, untuk SEA Games dan Kejuaraan Dunia, siska ini terpilih untuk kejuaraan dunia, karena PB IPSI kemarin fokus ke SEA Games makanya yang tim kejuaraan dunia baru biso dipanggil sekarang," kata Siska. 

Siska sendiri sekarang posisinya masih kuliah di STIP Annisa Dwi Salfarizi semester VI mengaku Pelatnas ini merupakan yang kedua kali diikutinya. Ia berharap ridha Allah untuk bisa jadi juara dunia, membawa nama baik Sumatera Selatan.

"Obsesi untuk sekarang fokus Kejuaraan Dunia ini memberikan yang terbaik, memberikan seluruh kekuatan baik jiwa dan raga untuk berjuang maksimal kagek, kan bulan Juli nanti tandingnyo," ujar Siska. 

Ia berharap doa dan dukungan juga terutama dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, dukungan dari Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin, dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan. 

"Yang pasti ini masih biso jadi bekal untuk terus menjaga performa untuk persiapan road to pon 2024 kagek jugo, karena jujur Siska masih punya ambisi ingin berada kembali di PON," kata pesilat putri kelahiran Palangkaraya 24 juni 1999.

Meski usianya bukan lagi yang termuda, namun atlet pencaksilat putri Sumsel, Nia Larasati masih tetap dipanggil Decil. 

"Sudah familiar dipanggil Decil karena pas pembinaan di PPLPD Musibanyuasin umur saya paling muda, makanya dipanggil Decil. Decil itu adek kecil," ungkap Nia Larasati kepada Sripoku.com.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Decil sudah berprestasi sejak remaja dengan menjuarai ASEAN Sport School Game Trang Thailand tahun 2014 kelas G putri remaja mendapatkan medali emas. 

Kemudian dua kali menjuarai Kerjurnas PPPLP, yakni meraih emas di Kaltim 2013 kelas G putri remaja dan juga juara 1 Kejurnas PPLP Manado 2016 kelas G putri. 

"Dan untuk PON remaja Jatim 2014 pernah mendapatkan medali perunggu di kelas F putri," kata putri sulung dari 3 bersaudara pasangan Zaini dan Linggarjati Jati. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved