Apa Itu Tumor Payudara yang Diidap Marshanda, Kenali Gejalanya Bisa Jadi Ganas

Mengidap tumor payudara, Marshanda tak ingin membuat orang lain khawatir karena keadaannya.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Fadhila Rahma

Kondisi ini umumnya dialami oleh wanita berusia 20-50 tahun.

3. Kista payudara

Kista payudara merupakan benjolan berisi cairan yang bisa terbentuk pada salah satu atau kedua payudara. Benjolan ini tidak bersifat kanker, sehingga tak perlu terlalu dikhawatirkan. Wanita dari segala usia rentan untuk mengalami kista payudara, tapi paling sering dialami oleh wanita usia 35-50 tahun.

ilustrasi
Sumbere: https://covid19.go.id/

Penyebab Tumor Payudara

berikut beberapa penyebab munculnya benjolan atau tumor nonkanker payudara:

Perubahan jaringan payudara.

Infeksi payudara.

Jaringan parut akibat cedera payudara.

Fluktuasi hormon, terutama selama menstruasi, kehamilan, atau menopause.

Obat-obatan yang mungkin menyebabkan tumor atau sakit pada payudara, seperti pil KB dan terapi hormon.

Minuman berkafein.

Cara Mencegah

Berikut ini adalah beragam cara mencegah atau mengurangi risiko kanker payudara yang dapat dilakukan dilansir Kompas.com.

1. Batasi alkohol

Semakin banyak alkohol yang Anda minum, maka kian besar pula risiko Anda terkena kanker payudara.

 

Berdasarkan penelitian tentang pengaruh alkohol pada risiko kanker payudara, Anda direkomendasikan untuk dapat membatasi konsumsi alkohol.

Hal itu dikarenakan, bahkan dalam jumlah kecil saja, konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara.

2. Jangan merokok

Bukti menunjukkan adanya hubungan antara merokok dan risiko kanker payudara, terutama pada wanita pramenopause.

3. Kendalikan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara. Ini terutama benar jika obesitas terjadi di kemudian hari, terutama setelah menopause.

4. Aktif secara fisik

Aktivitas fisik dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat, yang membantu mencegah kanker payudara.

Kebanyakan orang dewasa yang sehat harus menargetkan setidaknya 150 menit seminggu aktivitas aerobik sedang atau 75 menit aktivitas aerobik berat setiap minggu, ditambah latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu.

5. Menyusui

Bagi seorang ibu, menyusui mungkin memainkan peran dalam pencegahan kanker payudara.

Semakin lama Anda menyusui, semakin besar efek perlindungannya.

6. Batasi dosis dan durasi terapi hormon

Terapi hormon kombinasi selama lebih dari tiga sampai lima tahun meningkatkan risiko kanker payudara.

Jika Anda menggunakan terapi hormon untuk gejala menopause, tanyakan kepada dokter tentang pilihan lain.

Anda mungkin dapat mengelola gejala Anda dengan terapi dan pengobatan nonhormonal.

Jika Anda memutuskan bahwa manfaat terapi hormon jangka pendek lebih besar daripada risikonya, gunakan dosis terendah yang sesuai untuk Anda dan terus minta dokter memantau lamanya waktu Anda mengonsumsi hormon.

7. Hindari paparan radiasi dan pencemaran lingkungan

Metode pencitraan medis, seperti CT-scan menggunakan radiasi dosis tinggi.

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan, beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara kanker payudara dan paparan radiasi kumulatif selama hidup.

Jadi, untuk mencegah kanker payudara, kurangi eksposur Anda dengan melakukan tes seperti itu hanya jika benar-benar diperlukan.

9. Makan makanan yang sehat

Makan makanan yang sehat dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Misalnya, wanita yang mengonsumsi makanan Mediterania yang dilengkapi dengan minyak zaitun extra-virgin dan kacang-kacangan campuran mungkin memiliki penurunan risiko kanker payudara.

Diet Mediterania sebagian besar berfokus pada makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, polong-polongan, dan kacang-kacangan.

Orang yang mengikuti diet Mediterania memilih lemak sehat, seperti minyak zaitun, dan lebih memilih makan ikan daripada daging merah.

Menjaga berat badan yang sehat juga merupakan faktor kunci dalam pencegahan kanker payudara.

10. Pemilihan kontrasepsi yang tepat

Ada beberapa bukti mengungkap bahwa kontrasepsi hormonal seperti penggunaan pil KB dan IUD yang melepaskan hormon, dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Tapi perlu diingat, risikonya tergolong sangat kecil dan berkurang setelah Anda berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal.

Baca juga: Im Gonna Die Marshanda Divonis Tumor Payudara, Pilu Permintaan Terakhirnya Ini: Kalau Gue Mati

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved