Berusia 153 Tahun Kabupaten Lahat Terus Pancarkan Cahaya

Tepat Hari ini Jumat (20/5/2022) menjadi momen istimewa dan bersejarah bagi Kabupaten Lahat, pasalnya Bumi Seganti Setungguan berusia 153 tahun.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: adi kurniawan
Handout
Bupati Lahat Cik Ujang, SH didampingi Wakil Bupati Lahat, H Haryanto, SE MM MBA 

Laporan Wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin


SRIPOKU.COM, LAHAT – Hari ini menjadi momen istimewa dan bersejarah bagi Kabupaten Lahat.

Betapa tidak, 20 Mei merupakan hari lahirnya Kabupaten Berjuluk Bumi Seganti Setungguan dan di tahun 2022 ini Kabupaten Lahat, berusia 153 tahun.

Namun, bukan sekedar perayaan, sebagai salah satu Kabupaten tertua di Sumsel, Lahat terus berpacu menjadi salah satu Kabupaten terdepan dan sejahtera.  

Bupati Lahat Cik Ujang, SH didampingi Wakil Bupati Lahat, H Haryanto, SE MM MBA, mengungkapkan Lahat merupakan wilayah yang kaya akan potensi alam.

Lahan yang subur menghasilkan berbagai macam komoditi pertanian, peternakan, perkebunan, dan hamparan hutan yang luas.

Kondisi ini juga mendukung Lahat sebagai wilayah yang surplus pangan dan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Keunggulan lain yang sulit dimiliki oleh daerah lain, yakni  potensi wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner dan aset budaya.

Aset budaya yang dimaksud ialah situs megalith, menjadi kan Lahat sebagai wilayah yang memiliki situs megalith dan terluas di dunia, dibuktikan dengan perolehan penghargaan dari museum rekor dunia (Muri).

“Semua potensi kekayaan alam dan budaya yang ada di Lahat ini, selain menjadi aset lokal juga menjadi aset nasional, yang bernilai ekonomis untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lahat,” terang Cik Ujang,  saat memberikan sambutanya dalam Sidang Istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lahat, ke 153 perayaan ke 24 di Gedung DPRD Lahat,  Jumat (20/5/2022).  

Dilanjutkan Cik Ujang, selama perjalanan memimpin Kabupaten Lahat dari tahun 2019 hingga sekarang, pelaksanaan program pembangunan secara umum telah berjalan sesuai harapan.

Meskipun masih terdapat beberapa persoalan yang menuntut perhatian bersama untuk diselesaikan.

Jika dicermati kondisi dua tahun terakhir, pembangunan dan perekonomian terus tumbuh secara positif.

Dimasa pandemi tahun 2021, nilai pertumbuhan ekonomi sebesar 0,36 persen dan mulai naik drastis pada tahun 2021 yaitu sebesar 4,63 persen atau naik sebesar 4,27 persen.

Angka kemiskinan pada tahun 2021 sebesar 16,46 persen, namun dalam kurun waktu 15 tahun terakhir (2007-2021), persentase penduduk miskin di Kabupaten lahat menurun sebesar 11,63 persen.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved