SMK PP Sembawa

Sinergi Kementan dan Kementerian ESDM Dorong Pertanian Modern, Groundbreaking SPBP di Banyuasin

Tujuan didirikannya SPBP untuk menjamin ketersediaan bahan bakar (solar dan pertalite) bagi petani guna menekan biaya operasional

Tayang:
Editor: pairat
Sripoku.com/handout
SPBP MUARA TELANG - Peresmian pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Pertanian (SPBP) di Muara Telang, Banyuasin, untuk mendukung program BBM Satu Harga bagi petani. 

Ringkasan Berita:
  1. Kementan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meresmikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Pertanian (SPBP) di Muara Telang, Banyuasin.
  2. Fasilitas ini ditujukan menjamin ketersediaan solar dan pertalite guna menekan biaya operasional serta meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan lumbung pangan Sumsel.
  3. SPBP tersebut menjadi proyek percontohan nasional yang mengintegrasikan energi dan sektor pertanian untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
 

 

SRIPOKU.COM, MUARA TELANG - Kementerian Pertanian dan Kementeriam ESDM secara resmi memulai pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Pertanian (SPBP) melalui Program BBM Satu Harga di Kecamatan Muara Telang, kabupaten Banyuasin, Jumat (24/4/2026). 

Proyek strategis ini dikelola oleh Koperasi Produsen Tuah Selebar Daun di bawah binaan Kementerian Pertanian.

Tujuan didirikannya SPBP untuk menjamin ketersediaan bahan bakar (solar dan pertalite) bagi petani guna menekan biaya operasional usaha tani dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Muara Telang memiliki potensi lahan sawah seluas 21.973 Ha dengan kebutuhan BBM yang sangat tinggi untuk mengoperasikan lebih dari 7,5 juta unit (akumulasi penggunaan) berbagai alsintan seperti traktor dan combine harvester.

SPBP mendukung program BBM Satu Harga bagi petani.
SPBP MUARA TELANG - Peresmian pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Pertanian (SPBP) di Muara Telang, Banyuasin, untuk mendukung program BBM Satu Harga bagi petani.

Baca juga: Kuliah Umum di SMK PP Negeri Sembawa: Dorong Lahirnya Petani Milenial yang Tangguh dan Inovatif

Menteri Pertanian ( Mentan) Andi Amran Sulaiman Menekankan pentingnya SPBP sebagai pondasi kedaulatan energi agar mekanisasi pertanian berjalan optimal tanpa kendala pasokan bahan bakar.

Staf Khusus Menteri bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian hadir secara langsung menyampaikan kegiatan sebagai tindak lanjut perencanaan kegiatan IMMaCo tiga tahun yang lalu, salah satunya dalam dalam pemenuhan bahan bakar alsintan agar keuntungan petani akan lebih meningkat. Hal ini diharapkan dapat menjadi percontohan di Indonesia. 

Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara resmi telah meluncurkan program Indonesia Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) sebagai bahkan dari strategi besar menuju swasembada pangan berkelanjutan. 

IMMACo merupakan inisiatif penting untuk mengintegrasikan subsektor pertanian dalam satu sistem korporasi modern berbasis teknologi dan inovasi. “Strateginya adalah mengintegrasikan semua subsektor, memperkuat kelembagaan petani, dan memastikan seluruh potensi pertanian nasional dapat dimaksimalkan secara produktif dan berkelanjutan." Ujar Sam. 

"IMMACo yang lebih dikenal sebagai pertanian moden berbasis kawasan adalah langkah nyata membangun pertanian berbasis korporasi yang berdaya saing tinggi, berorientasi pasar, dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi petani dengan kegiatannya selain budidaya hulu-hilir juga penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, konsolidasi alsintan, penyaluran pupuk dan BBM bersubsidi, serta memperkuat posisi petani dalam rantai pasok pangan nasional." tutur Sam. 

Kepala BPPSDMP, dalam sambutannya diwakili Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty, menyampaikan alsintan harus beroperasi secara optimal untuk meningkatkan produktivitas hasil tani.

Kelembagaan petani kini diperkuat untuk menjadi pusat penyaluran pupuk bersubsidi sekaligus pengelola Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kehadiran SPBP di kawasan ini merupakan yang pertama di Indonesia yang terintegrasi langsung dengan wilayah pertanian, menjamin ketersediaan bahan bakar untuk operasional mesin tani.

Kolaborasi dan transformasi keberhasilan proyek percontohan (prototype) ini didukung oleh sinergi kuat antara berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, Pertamina Patra Niaga, Bank Mandiri, hingga jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten.

"Lokasi ini akan menjadi mercusuar keberhasilan kawasan pertanian modern yang menyinergikan seluruh lintas sektor demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," tegasnya

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved