KKB Papua

TUNTAS Sudah Janji Jenderal Dudung, Tumpas KKB Papua Penembak Sertu Eka dan Istri

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengapresiasi tim gabungan TNI-Polri

Editor: Wiedarto
facebook.com/mitrapos/Pholenx Ns
Sertu Eka Hasugian dan istrinya tewas di rumahnya diserang KKB, sementara kedua anaknya yang masih kecil-kecil ditemukan selamat. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengapresiasi tim gabungan TNI-Polri yang menemukan pembunuh Bintara Pembina Desa dari Koramil 1702/Kurulu di Papua, yakni almarhum Sersan Satu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya, pada 31 Maret 2022.

Pelaku yang merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Wabin Tabuni, tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan TNI dan Polri.

"Pelaku pembunuhan sadis itu anggota KST (Kelompok Separatis Teroris),” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Tatang Subarna, dalam keterangan pers, Minggu (1/5/2022), dikutip dari Kompas.id.

Tatang mengatakan, Wabin diketahui telah melakukan beberapa kejahatan selain membunuh Sertu Eka dan istrinya, serta memotong jari anak Sertu Eka yang masih balita di Jalan Trans Elelim, Kampung Elelim, Kabupaten Yalimo.

”Apresiasi dari Bapak KSAD atas gerak cepat dan kerja keras oleh tim gabungan yang berhasil menangkap pelaku pembunuhan tersebut,” kata Tatang.


Kontak tembak Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol (Kav) Herman Taryaman mengatakan, pada Sabtu (30/4/2022), tim gabungan mengejar pelaku ke Kampung Dugume, Distrik Dugume, Kabupaten Lanny Jaya. Ketika akan ditangkap sekitar pukul 07.40 WIT, Wabin melarikan diri ke arah jurang. Aparat melepaskan tembakan peringatan. Namun, petugas mendapat tembakan balasan dari teman-teman Wabin. Dalam tembak-menembak ini, Wabin tewas. Jenazahnya lalu dibawa ke RSUD Wamena.

Sebelumnya diberitakan, Jenderal Dudung memerintahkan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mengejar pembunuh Bintara Pembina Desa dari Koramil 1702/Kurulu di Papua, Sersan Satu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya yang merupakan seorang bidan.
Keduanya dibunuh oleh anggota KKB di rumah mereka di Jalan Trans Elelim, Kampung Elelim, Kabupaten Yalimo, pada 31 Maret 2022. Anak Eka juga dianiaya hingga jarinya terluka parah, tapi masih bisa diselamatkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved