Berita Seleberiti

PROFIL Rara Istiati Wulandari, Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Pernah Meramalkan Kelahiran IKN

Rara Istiati Wulandari seorang pawang hujan dalam gelaran MotoGP Mandalika 2022 yang digelar di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) 

Tribunnews.com
Rara Istiati, Anak Indigo. 

Mengetahui Rara sudah hilang, teman-temannya pun mencarinya dan bahkan sempat menelepon sang ibu yang ada di Jogja yang membuat sang ibu panik.

"Waktu itu belum ada telepon genggam seperti sekarang, dan saat itu yang saya lihat hanya monyet.

Saya jalan-jalan sama monyet, saya senang sekali karena saya dikasih pisang sama monyetnya," tuturnya.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Untuk menemukannya dicarilah pemangku untuk membantu pencarian dirinya.

Ia diketahui menghilang pukul 10.00 dan ditemukan pada pukul 07.30 di tempat yang sama saat pertama kali ia diketahui menghilang.

Di sepanjang waktu perjalanan hidupnya ia pun melaksanakan meditasi.

Dalam meditasinya, ia selalu melihat sosok seorang Maha Rsi dan karena itu ia selalu ingin pindah ke Bali.

Bertemu Cok Rat

Melansir Tribun Bali, setelah bercerai pada November 2014, ia bertemu dengan Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi atau Cok Rat bersama sang istri pada tahun 2015 di sebuah acara Komunitas Spiritual Indonesia.

Di sana ia mengutarakan keinginannya untuk datang ke Bali dan ingin mencari guru spiritual dari Bali.

"Kalau tidak salah itu Maret 2015 dan waktu itu saya bilang saya Rara, saya janda, saya ingin cari guru orang Bali."

"Cok Rat menanyakan apa kemampuan saya, saya bilang bisa ngeramal dan Cok Rat mau mengangkatnya sebagai murid, tapi harus mandiri tanpa memberatkan orang lain," tuturnya.

"Bilang bisa ngeramal saya ditanya lagi, bisa ngeramal apa. Jangan cuma ngeramal aur-auran."

"Waktu itu temen-temen banyak bisa tarot dan saya bilang bisa tarot, padahal belum bisa," katanya.

ilustrasi
Update 20 Maret 2022. (https://covid19.go.id/)

Selanjutnya Cok Rat memberikan sebuah tantangan untuk meramal teman-teman politikusnya di DPD dan sekaligus mencari biaya untuk datang ke Bali.

Ia pun langsung belajar tarot dan meminta tarot dari seorang ahli Feng Shui yakni Koh Gunadi.

Dan karena ia bisa berbicara dengan roh, ia pun belajar tarot ini dari Ani Sekarningsih tokoh yang memperkenalkan tarot di Indonesia dan membuat tarot wayang.

"Saya waktu itu pusing harus belajar baca 78 kartu tarot, dan karena bisa ngobrol dengan arwah saya cari di google cari gambar Bu Ani Sekarningsih dan saya ngobrol dengan arwahnya di alam gaib saya belajar dengan Ani Sekarnigsih itu.

Banyak yang bilang kalau saya saat itu pakai teknik visualisasi ada yang bilang halusinasi juga tapi saya memang beneran belajar dari bu Ani," katanya.

Sore sekitar pukul 15.00 ia berangkat dari Salemba menuju ke DPD.

"Di sana ngeramal politisi, tak ramal semua, sampai sore jam 6 sore dapat Rp 3.5 juta dan bisa buat beli tiket ke Bali," katanya.

Ia ke Bali pada Maret 2015 dan sampai di Bali menuju ke Puri Satria.

Sampai di puri, Cok Rat menyarankan pada dirinya untuk pergi ke Pura Besakih dan beberapa pura lainnya.

Dipercaya Para Pejabat

Melansir Tribun Bali, Sejak tahun 2015 sampai 2019 ini, Rara dipromosikan oleh Cok Rat untuk menjadi pawang hujan di beberapa acara besar atau hajatan orang penting.

"Saya jadi pawang hujan saat nikahan anaknya pak Budi Gunawan, nikahan anaknya Pak Oesman Sapta Odang," katanya.

"Agak surprise sebenarnya, karena di sana sudah ada pawang hujan yang lokal. Tapi saat itu Pak Hasto (Hasto Kristiyanto) datang ke Puri Satria terus diminta bantu pawang hujan biar di sana ada tambahan orang Bali," paparnya.

"Dia bilang ke saya, Mbak kok pakai baju kebaya, cantik, nanti luntur makeup-nya.

Kita ketahui kan kalau pawang hujan itu lumrah pakai baju hitam serem, aku pakai pakaian biasa dan bahkan pakai makeup, jadinya saya minggir dulu," kisahnya.

Rara pun meminta izin menyalakan dupa untuk ikut membantu.

Selain itu, ia juga merupakan pawang hujan saat pelaksanaan Asian Games.

Rara menceritakan bagaimana perkenalan awalnya dengan Menpora Imam Nahrawi di Puri Agung Singaraja.

Perkenalan ini bermula dari tarot, di mana ia dimintai bantuan oleh Anak Agung Ugrasena untuk membaca tarot.

Kemudian dari sana Anak Agung Ugrasena mengutarakan acara Muhaimin Iskandar di Puri Agung Singaraja.

Dari hasil ramalannya, acara tersebut akan dihadiri oleh empat menteri dan ia menyatakan akan membantu menjadi pawang hujan saat acara tersebut.

Saat itulah dia kenal dengan Imam Nahrawi dan saat Asian Games diminta untuk menjadi pawang hujan.

Ia mulai membantu menjadi pawang hujan sejak tanggal 17 Agustus 2018 saat persiapan Asian Games.

Dalam bertugas menjadi pawang hujan, ia juga mensinkronkan dengan ramalan cuaca dari BMKG.

Pernah ikut serta dalam membantu evakuasi Pesawat Lion Air.

Melansir Channel Youtube Ganjil Misteri, Selain membantu evakuasi Sriwijaya Air sj 182, Rara juga ikut sera membantu dalam evakuasi Lion Air.

"Allhamduillah saat ini para Basarnas sehat sehat, kalau saat saya membantu Lion Air ada satu yang meninggal," kata Rara.

Tak hanya membantu evakuasi, Rara juga sering menjadi pawang hujan di berbagai acara pejabat dan pemerintahan.

Ya, Rara memang dikenal oleh pemerinth sebagai pawang hujan dan ahli Tarot.

Dekat dengan Dunia Artis

Selain jadi pembaca kartu tarot dan meramal nasib beberapa artis Tanah Air, RR Istiati Wulandari juga merupakan seorang pawang hujan.

Ia telah melakoni pekerjaan menjadi pawang hujan ini sejak masih usia sembilan tahun dengan menjadi pawang hujan di acara wayang di daerah Yogyakarta.

Membaca Lontar dan Meditasi di Besakih

Bahkan ia pernah membuka lontar tentang melik di Klungkung dan memang terbukti ia seorang yang melik (indigo).

Sehabis meditasi di Besakih ternyata turun hujan, dan ajudannya Cok Rat mengingatkan tentang dirinya yang bisa memindahkan hujan.

Ia pun mencoba, namun yang biasanya ia menggunakan asap kemenyan maupun rokok, kini ia menggunakan dupa.

"Saya coba pakai dupa dan awan mendung bisa saya geser. Dan rejeki saya memang dari Bali," tuturnya

Meramal Kelahiran Ibu Kota Nusantara

Rara Istiati Wulandari ternyata pernah meramalkan terkait kelahiran Ibu Kota Nusantara. 

Ramalannya itu ia bagikan melalui kanal YouTube milikinya yang bernama RaraCahayaTarot_Indigo

Ia meramalkan hal tersebut menggunakan kartu tarotnya dan membakar beberapa kertas. 

Pada salah satu kartu tarotnya menyimbolkan Wayang Wibisana yang menandakan awal kelahiran baru. 

Pemindahan ibu kota Indonesia di Kalimantan Timur dengan nama Nusantara ini seperti karakter sosok wibisana.

Indonesia meninggalkan kota Jakarta yang sudah penuh keruwetan dan pindah melakukan kelahiran baru transformasi pindah ke Nusantara. 

Baca juga: Sosok Rara Istiati Wulandari Wanita Indigo Bantu Temukan Korban Pesawat Jatuh, Terbaru Sriwijaya Air

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved