Mitigasi Risiko Demi Stabilitas Pangan

Namun di balik kelangkaan minyak goreng, mari sejenak kita berganti ke komoditi utama masyarakat Indonesia, yaitu padi. Ada apa dengan padi?

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Oleh : Rillando Maranansha Noor, SE Fungsional Statistisi di BPS Kabupaten OKU Timur 

Oleh Rillando Maranansha Noor, SE
Fungsional Statistisi di BPS Kabupaten OKU Timur

SRIPOKU.COM -- HINGGA hari ini, hingar bingar kelangkaan minyak goreng di negeri ini belumlah reda. Masih tampak antrean emak-emak di beberapa minimarket. Antrean serupa juga tampak saat operasi pasar diadakan di beberapa titik.

Sejenak saya merasa kehidupan kembali normal di tengah ketidaknormalan tersebut, dengan melihat kerumunan dan berdesak-desakan seakan wabah virus yang beberapa waktu lalu menghebohkan dan memakan banyak korban, sudah hilang sama sekali.

Namun di balik kelangkaan minyak goreng itu, mari sejenak kita berganti ke komoditi utama masyarakat Indonesia, yaitu padi. Ada apa dengan padi? Mengutip dari berita resmi statistik di laman BPS Provinsi Sumatera Selatan, bahwa terjadi penurunan luas panen yang disertai penurunan produksi padi sepanjang tahun 2021.

Secara nasional pun, terjadi penurunan luas panen dan produksi padi di Sumsel. Mungkin bukan menjadi sesuatu hal yang aneh bila ini terjadi di daerah yang tidak potensial dalam hal komoditi padi. Tapi ini kita sedang bicara tentang Sumatera Selatan, salah satu lumbung padi nasional.

Mengutip rilis data dari BPS RI, yang juga menyebutkan penurunan luas panen dan produksi padi nasional, disebabkan penurunan di berapa daerah potensi seperti Lampung, Sumatera Selatan dan Jawa Timur. Fenomena ini menjadi semakin menarik karena nama Sumatera Selatan ikut disebut sebagai wilayah potensi yang kehilangan banyak produksi padinya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Bicara produksi padi Sumatera Selatan, akan menjadi naif bila tidak menyertakan nama tiga kabupaten yang menjadi sentra produksi padi yang ada di provinsi yang konon dahulu menjadi pusat kerajaan Sriwijaya tersebut.

Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), selalu menjadi perbincangan bila sudah bicara produksi padi Sumatera Selatan. Ketiga daerah tersebut merupakan penyumbang produksi padi terbesar di daerah ini.

Mari kita ulas datanya, biar kian terang benderang. Luas panen yang datanya didapatkan dari kegiatan Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilaksanakan BPS mencatat sepanjang tahun 2021, luas panen di Sumatera Selatan sebesar 496,24 ribu hektar.

Angka tersebut berkurang 55,08 ribu hektar atau 9,99 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 551,32 ribu hektar. Kegiatan KSA yang dilakukan dengan melakukan pengambilan foto perkembangan fase tanam setiap bulannya, mencatat luas panen di Kabupaten Banyuasin turun 12,48 persen dari 211,87 ribu hektar di tahun 2020 menjadi 184,83 ribu hektar pada tahun 2021.

Begitupula di Kabupaten OKI yang menyusut luas panennya sebesar 11,80 persen yaitu dari 96,37 ribu hektar pada tahun 2020 menjadi 85 ribu hektar pada tahun 2021. OKU Timur menjadi Kabupaten dengan penurunan luas panen yang paling kecil dari The Big Three tersebut yaitu hanya 3,85 persen yaitu dari 99,64 ribu hektar menjadi 95,80 ribu hektar.

Penurunan luas panen tersebut berimbas pada penurunan produksi padi di Sumatera Selatan. Penurunan luas panen sebesar 9,99 persen atau nyaris 2 digit tersebut membuat produksi padi Sumatera Selatan berkurang hingga 6,95 persen atau 190.616 ton GKG. Bukan penurunan yang sedikit tentunya. Mari kita lihat kembali data The Big Three produsen padi di Sumatera Selatan.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Dimulai dari Kabupaten Banyuasin, meski penurunan luas panennya paling besar, namun secara penurunan produksi mereka menjadi yang terkecil yaitu hanya 3,26 persen atau 29,90 ribu ton GKG, dari semula produksinya di 2020 sebesar 917,15 ribu ton GKG menjadi 887,25 ribu ton GKG di tahun 2021.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved