BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Ojol Korban Tabrak Lari hingga Rp1,2 Miliar

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Anggoro Eko Cahyo menekankan pentingnya perlindungan atas jaminan sosial ketenagakerjaan

Editor: adi kurniawan
handout
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Anggoro Eko Cahyo kunjungannya saat Ojol korban tabrak lari ke Rumah Sakit Siloam Surabaya, Jumat (4/3/2022). 


Selepas terjadinya kecelakaan, Agung langsung dilarikan ke RS Siloam yang merupakan RS Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) kerjasama antara BPJamsostek dengan RS Siloam untuk kejadian kecelakaan kerja.

Tidak butuh waktu lama bagi pihak RS untuk mengetahui status kepesertaan Agung saat pertama kali diterima oleh RS Siloam untuk langsung menerima tindakan medis yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawanya. 


Kerjasama dengan Rumah Sakit untuk PLKK ini tidak hanya dilakukan dengan RS Siloam saja, melainkan dengan berbagai RS yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Kerjasama ini sangatlah penting mengingat dari total 234.370 kejadian kecelakaan kerja sepanjang tahun 2021, sebanyak 29,40 persen atau 68.905 diantaranya merupakan kecelakaan lalu lintas. 


"Dengan beragam manfaat yang diberikan BPJamsostek, saya mengajak sahabat pekerja di seluruh Indonesia untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan (kerja) agar lebih tenang dalam bekerja demi menggapai kesejahteraan bersama keluarga," pungkasnya. 


Sementara itu Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Muaraenim,Ruszian Dedy mengatakan bahwa Risiko dalam melaksanakan aktivitas kerja dapat terjadi kapanpun tanpa diketahui. 


"Pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai penyangga atas risiko sosial ekonomi yang terjadi bagi para pekerja Indonesia berkaitan aktivitas kerja tersebut," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved