Berita Kriminal

Rekontruksi Pembunuhan di Lorong Fajar Kuto Palembang, Dani Gondrong Kesal dengan Korban

Lengkapi Berkas, Penyidik Ranmor Gelar Rekontruksi Pembunuhan Di Kawasan Kuto, Palembang

Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Andi Wijaya
Rekontruksi Pembunuhan di Lorong Fajar Kuto Palembang, Sabtu (19/3/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guna melengkapi berkas perkara pembunuhan berencana atau pembunuhan atau penganiayaan menyebabkan meninggal dunia, penyidik Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Palembang menggelar Rekontruksi jalannya perkara, Sabtu (19/2/2022), sekitar pukul 10.00  di depan Aula Mapolrestabes Palembang.

Sebanyak 22 adegan rekontruksi dilakukan langsung oleh tersangka Mardani alias Dani Gondrong (49) warga Jalan Dr M Isa, Lorong Fajar, RT 14, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan IT III, Palembang, dibantu Brigadir Efrizal Bahtiar sebagai korban bernama Abdul Haris alias Hafis.

Brigadir Rio Vincent Janheris sebagai saksi Puput, dan Briptu Heriyanto sebagai saksi Jefri. Rekontruksi berjalan lancar dan aman, dari adegan pertama dimana korban bersama tersangka, saksi Ismail, Puput, Jefri duduk di tempat kejadian perkara (TKP) didepan rumah tersangka atau saksi Ismail yang serumah.

Adegan ke 2 saksi Wati melihat korban dan tersangka, saksi Ismail, Puput, dan Jefri bermain judi jenis kartu Remi dari dalam rumah Ismail. 

Adegan 3 kurang lebih 30 menit saksi Wati melihat korban dan tersangka, saksi Ismail, Puput, dan Jefri sudah berhenti bermain judi.

Lalu, adegan ke 4 saksi Wati, Ismail, Puput, dan Jefri manyaksikan antara korban dan tersangka bertengkar mulut karena tersangka kalah dalam judi dan minta uang miliknya dikembalikan oleh korban.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Adegan ke 5 tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp 50 ribu, adegan 6 korban hanya memberikan uang kepada tersangka sebesar Rp 10 ribu saja sambil menantang tersangka "Nak nujah aku lajulah kutunggu".

Selanjutnya, adegan ke 7 tersangka tidak terima lalu mengacungkan tangannya kearah korban sambil berkata "Tunggulah kau".

Adegan ke 8 tersangka langsung masuk kerumah Ismail mengambil senjata tajam (Sajam) jenis pisau dapur.

Adegan ke 9 saksi Wati menyuruh korban untuk pergi namun korban tidak mau pergi.

Adegan ke 10 kurang lebih satu atau dua menit tersangka berlari dari rumah mengarah korban sambil tangan kanan memegang pisau, adegan ke 11 melihat ini saksi Wati ingin menghalangi tersangka mendekati korban namun tidak berhasil, adegan ke 12 lalu tersangka mendekati korban dan langsung menikam badan bagian depan korban sebanyak 3 kali, yang pertama di dada.

Adegan ke 13 yang kedua tersangka menikam dibagian dada korban, adegan ke 14 yang ketiga tersangka menikam dibagian dada korban.

Adegan ke 15 korban terjatuh ke tanah, adegan ke 16 tersangka di pisah oleh saksi Wati, adegan ke 17 saksi Ismail mendekati dan ingin menolong korban.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved