Virus Corona di Sumsel

81 Siswa di Palembang Positif Covid-19, Herman Deru Serahkan ke Orangtua Soal Sekolah Tatap Muka

Kasus Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) terus bertambah, bahkan di Kota Palembang sudah banyak siswa yang terpapar Covid-19.

Editor: Sudarwan
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT AIZULLAH
Pemeriksaan suhu tubuh terhadap siswa sebelum masuk gerbang salah satu sekolah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Warga yang positif terpapar covid-19 kembali melonjak. Di Palembang ada 81 siswa positif covid-19. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) terus bertambah, bahkan di Kota Palembang sudah banyak siswa yang terpapar Covid-19.

Setidaknya sudah ada 81 siswa dari 13 sekolah di Palembang yang terpapar Covid-19.

Menanggapi hal tersebut menurut Gubernur Sumsel Herman Deru, diserahkan ke sekolah kebijakannya apa yang mau diambil dengan melibatkan orang tua juga.

"Kita kembalikan lagi ke orang tua, kalau orang tuanya masih mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka secara langsung ya silakan juga. Jadi orangtuanya juga diajak diskusi," kata Deru, Rabu (9/2/2022)

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menambahkan, harus dipastikan protokol kesehatan (Prokes) di sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa berjalan dengan baik.

"Sebaiknya ada tim yang dibentuk untuk melakukan pengawasan disiplin Prokes dan juga mengevaluasi. Lalu tetap terapakan disiplin Prokes seperti pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman dan pastikan semua sehat, baik siswa maupun pendidik," katanya.

Lalu, atur supaya jaga jarak bisa terlaksana, mungkin dengan cara bertahap masuknya misalkan 50 persen daring dan 50 persen offline secara bergantian.

Jika ada yang sakit segera lakukan tes, jika positif segera isolasi dan lapor Puskesmas supaya dilakukan tracing. Bisa konsultasi dengan tenaga ahli Satgas yang ada seperti Dr Iche, Yusri, Dr Ridwan, Prof Hardi, Dr Hibsah, dan lain-lain," katanya.

Masih kata Lesty, yang jelas pandemi ini tanggung jawab bersama, kunci pencegahan dan pengendaliannya dengan Prokes dan percepatan vaksinasi. Lalu masyarakat taat Prokes, dan pemerintah tetap laksanakan 3T.

"Pandemi dapat diatasi dengan kerjasama dan gotong royong berbagai pihak terkait. Tetap taat Prokes, supaya bisa tetap produktif tapi aman dari Covid-19 dan gunakan aplikasi PeduliLindungi di semua area publik," katanya.

Lalu untuk sekolah yang ada asrama, untuk mencegah penularan sebaiknya jangan keluar masuk. Kalau bisa ya diasramakan saja.

"Yang kita harapkan masyarakat produktif, kuat tapi aman Covid-19 supaya kesehatan pulih dan ekonomi bangkit," ungkapnya. (Linda Trisnawati)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved