Muratara Dilanda Cuaca Ekstrim, Selain Nyawa Meteran Listrik Hingga Lampu Jalan Tersambar Petir
Sambaran petir tak hanya menewaskan Sumantri (40) warga Desa Maur Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
SRIPOKU.COM, MURATARA - Sambaran petir tak hanya menewaskan Sumantri (40) warga Desa Maur Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Petani padi tersebut meninggal dunia tersambar petir di kawasan persawahan Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, pada Selasa (1/2/2022) lalu.
Dalam sepekan terakhir ini, dikabarkan petir juga menyambar meteran listrik rumah warga di Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Muratara.
"Nyambar amper PLN, nyambar pohon kelapa, terus lampu jalan rusak semua," ungkap warga, Hendri, Jumat (4/2/2022) malam.
Dia mengungkapkan dalam kejadian tersebut tak ada korban jiwa, namun pemilik rumah yang meteran listriknya rusak tentu mengalami kerugian.
Terkait lampu jalan yang rusak, Hendri berharap Pemkab Muratara melalui dinas terkait dapat turun langsung ke lapangan guna mengecek kondisi tersebut.
"Kami mohon kepada dinas terkait untuk turun ke lapangan cek kondisi lampu jalan kami," pintanya.
Sementara itu, dalam sepekan terakhir ini memang Muratara dilanda cuaca ekstrim.
Hujan deras disertai angin kencang hampir terjadi setiap hari terutama di waktu malam.
"Siang tadi hujan, malam ini sepertinya akan hujan lagi," ujar Yusuf, warga di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit.
Sebelumnya angin kencang merobohkan satu rumah warga dan merusak puluhan atap rumah masyarakat di Kelurahan Karang Jaya beberapa waktu lalu.
Selang dua hari dari peristiwa itu, hujan deras disertai angin kencang kembali terjadi hingga mengakibatkan seorang petani meninggal disambar petir.
"Ada rumah roboh, banyak juga atap rumah orang runtuh gentengnya, lepas atap sengnya, terus ada orang disambar petir, jadi takut kita cuaca ekstrem begini," ujar Yusuf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/cuaca-ekstrim-di-muratara.jpg)