Mahasiswi Dirudapaksa Residivis

Mahasiswi Dirudapksa Residivis di Baturaja Minta Bantuan Tetangga Via WA, Namun tak Ada yang Datang

Diduga resedivis kambuhan kembali beraksi, pelaku mengancam dengan pistol  dan melakukan perampokan dan pemerkosaan terhadap korban inisal D

Penulis: Leni Juwita | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM/ANTON AGUSTINO
Ilustrasi wanita diperkosa 

SRIPOKU.COM.BATURAJA-- Diduga resedivis kambuhan kembali beraksi, pelaku mengancam dengan pistol  dan melakukan perampokan dan pemerkosaan terhadap korban inisal D (22).

Pristiwa ini tejadi Sabtu (29/1/2021)  pukul 02.00 dini hari.

 

 

Adapun kronologi kejadian, pelaku masuk dengan mencongkel jendela belakang rumah dan langsung masuk ke dalam rumah korban.

 

Setelah itu, pelaku menuju kamar korban  dan langsung mematikan lampu, kemudian pelaku langsung menodongkan senjata api .

 

Selanjutnya pelaku mengancam korban dengan  pistol agar korban tutup mulut dan menyuruh korban membuka pakaian, pelaku juga menjambak rambut korban.

 

Dibawah ancaman pistol, mati ketakutan dan tidak bisa melawan.

 

Setelah pelaku memperkosa korban, pelaku mengambil laptop dan Handphone korban serta menyuruh korban untuk melepas SIM Card dan menginstal Handphone korban, setelah melepas SIM Card pelaku kembali melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Selanjutnya setelah memperkosa korban ke dua kalinya, pelaku meminta uang kepada korban dengan berbincara bahwa akan pergi ke Palembang, dikarenakan korban tidak punya uang korban masuk kekamar Ibunya untuk meminta uang, kemudian korban menyerahkan uang kepada pelaku sebesar Rp. 250.000.

 

Kemudian setelah menerima uang dari korban, pelaku sempat minum air putih 2 gelas dan sempat merokok sebanyak 3 batang, selanjutnya pelaku keluar rumah melewati pintu belakang dan kabur ke arah hutan belakang rumah korban.

 

 

Kebetulan rumah kontrakan  korban posisinya paling ujung dan  dekat hutan di Kecamatan Baturaja Timur.

 

Menurut penuturuan ibu korban, ia sudah meminta bantuan kepada para tetangga dan orang-orang yang dikenal melalui pesan WhatsApp.

 

Namun pada saat kejadian belum ada bantuan datang.

“Saat kejadian  saya   sudah telepon tetanggo dan wong yang dikenal, tapi belum ado bantuan datang," kata ibunda korban dengan nada sedih, Senin (31/1/2022).

 

Ibu dan anak ini memang baru 1 minggu tinggal di rumah kontrakan mereka di wilayah administrasi Kecamatan  Baturaja Timur.

 

Sebelumnya tinggal di wilayah Kecamatan Baturaja Barat selama 16 tahun. Korban hanya tinggal berdua saja dengan ibundanya.

 

Posisi rumah kontrakan memang berada paling ujung dan dekat dengan hutan sehingga dimungkinkan pelaku leluasa beraksi karena tempatnya sepi.

Pasca kejadian perampokan disertai pemerkosaan yang menimka D (22) kondiri psikologis korban diduga mengalamai guncangan dan saat ini korban  belum bisa bertemu apalagi berkomunikasi dengan orang luar.

 

Polisi Kantongi Identitas Pelaku

 

Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo SIK  melalui Kasi  Humas AKP Mardi Nursal membenarkan kejadian tersebut.

 

Menurut Kapolres, pelaku diduga sebelumnya telah merencanakan kejadian tersebut.

 

Dikarenakan pelaku mengetahui keadaan dan situasi rumah korban hanya dihuni 2 orang ( ibu kandung dan korban ).

 

Polisi sudah mengantongi idnetitas pelaku dan saat ini masih melakukan pengejaran.

 

Sudah Tunangan dengan Tentara Amerika

Mahasiswi berprestasi di Baturaja yang jadi korban pemerkosaan oleh Residivis Kambuhan ternyata sudah bertunangan dengan Tentara Amerika. 

 

Diketahui,  si mahasiswi merupakan pelajar berprestasi yang sering menjadi translater tentara asing latihan di Puslatpur Baturaja.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved