Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

3 Terdakwa Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya Ajukan Eksepsi, Najib Cs: Jaksa Membingungkan

Tiga terdakwa dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya mengajuakn ekspesi atas dakwaan jaksa yang dibacakan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/nisyah
Tangkapan Layar sidang atas empat terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Senin (31/1/2022). 

SSRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Ahmad Najib, mengajukan eksepsi.

Hal tersebut disampaikan Najib melalui tim kuasa hukumnya yang hadir langsung pada persidangan yang diketuai oleh hakim Yoserizal SH MH, di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Senin (31/1/2022).

Melalui tim kuasa hukumnya, Ahmad Najib, menilai jika dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel tidak tepat dan membingungkan.

Yang mana dalam sidang Rahmadianto Andra SH mengatakan jika dakwaan pada Ahmad Najib unsur melawan hukumnya tidak tepat.

"Untuk penandatangan NPDHbyang dilakukan oleh yang bersangkutan (Ahmad Najib) sudah sesuai aturan.

Dan itu bersadarkan SK dari Gubernur Sumsel saat itu (Alex Noerdin) maka dari itu kami meminta pada majelis hakim untuk membatalkan dakwaan pada Ahamd Najib demi hukum," jelasnya.

Hal serupa disampaikan oleh dua terdakwa lain yang juga mengajukan eksepsi, yakni Laonma PL Tobing dan Loka Sangganegara.

Yang mana pada eksepsi kedua terdakwa kebertan dengan perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh Universitas Tadulako, Palu, Sulawesih Tengah, yang menurutnya bukan lembaga resmi penghitung kerugian negara.

Seperti yang dikatakan oleh kuasa hukum terdakwa Loka Sangganegara, Budiman SH.

Menurut pihaknya unsur kerugian negara harus dihitung nyata dan pasti harus ada spesifikasi. 

"Yang berwenang menghitung kerugian negara itu berdasarkan surat MA adalah BPK. Maka jelasnkami keberatan jika dalam perkara ini Universitas Tadulako yangvmenghitung kerugiannya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga dari empat terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Majsid Raya Sriwijaya, Ahmad Najib, Loka Sangganegara, dan Laonma PL Tobing melalui kuasa hukum masing-masing membacakan nota keberatan atas dakwaan JPU atau eksepsi dihadapan mejelis hakim Tipikor Palembang, Senin (31/1/2022).

Sementara terdakwa lainnya, Agustinus Antoni tidak mengajukan aksepsi.

Sidang digelar secara virtual diketuai oleh hakim Yoserizal SH MH, bersama empat anggota hakim lainnya yakni, Sahlan Effendi SH MH, Effrata Hepi Tarigan SH MH, Waslan Makhsid SH MH, Ardian Angga SH MH.

Melalui kuasa hukumnya, tiga terdakwa melalui kuasa hukumnya, menilai dakwaan JPU Kabur, tidak jelas dan membingungkan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved