Buron Setahun Lebih Pembobol Toko di Muratara Ditangkap, Saat Beraksi Cekik Anak Korban
Polisi akhirnya menangkap Abdul Kodar (19), warga Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
SRIPOKU.COM, MURATARA - Polisi akhirnya menangkap Abdul Kodar (19), warga Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Kodar diringkus petugas dari Polsek Rawas Ulu setalah dilaporkan bobol toko di Muratara.
Kapolsek Rawas Ulu, AKP M Imron, mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa tersangka Abdul Kodar sedang berada di rumahnya.
Saat hendak ditangkap, tersangka sempat berusaha melarikan diri.
"Tersangka hampir saja lepas karena dia mau kabur, tetapi kita dengan sigap dan berhasil menangkapnya," kata Imron pada wartawan, Rabu (26/1/2022).
Pihaknya sudah memberikan peringatan dengan menembak ke atas sebanyak tiga kali, tetapi tersangka tetap berusaha kabur.
Petugas terus mengejar tersangka dan akhirnya memberikan tindakan tegas terukur.
"Tersangka kita bawa ke Puskesmas Surulangun dulu untuk diobati kakinya. Setalah itu kita amankan di kantor Polsek Rawas Ulu," kata Imron.
Dia menerangkan kasus pencurian yang dilakukan tersangka terjadi pada tanggal 27 November 2020 lalu sekira pukul 01.30 WIB dini hari.
Tersangka bersama temannya membobol toko milik warga bernama Darmi di Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas.
Saat mereka melakukan aksinya sekira pukul 01.30 WIB dini hari, anak korban terbangun dari tidurnya karena hendak buang air kecil.
Anak korban melihat ada dua orang yang sedang mengacak-ngacak toko tersebut.
Seketika itu, salah satu pelaku langsung mencekik dan menempelkan senjata tajam jenis pisau ke leher anak korban.
"Salah satu pelaku mengancam anak korban agar jangan berteriak kalau tidak mau dibunuh. Nah pelaku yang satunya lagi berusaha mengambil barang-barang," kata Imron.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami kehilangan uang tunai sebesar Rp 5 juta, dan satu handphone yang berisi saldo isi ulang pulsa sebanyak Rp 2 juta.
"Kalau ditaksirkan korban mengalami kerugian sekitar 10 jutaan," katanya.
