Breaking News:

Kata Dinas PUPR Lubuklinggau Soal Rumah yang Terisolir Karena Jembatan Bukit Sulap dan Jalan

Satu rumah di Lubuklinggau terisolir setelah adanya pembangunan jembatan Bukit Sulapo dan jalan Lingkar Barat.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/eko
Rumah Heri (40) warga RT 02 Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) terisolir karena pembangunan jembatan Bukit Sulap, Kamis (6/1/2022). 

Penulis: Eko

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Rumah milik Heri (40), warga RT 02, Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, terisolir.

Rumah dengan luas tanah 13x15 meter persegi ini tak bisa ditempati lagi.

Akses satu-satunya menuju rumah ini sudah tertutup Jembatan Bukit Sulap atau jalan menuju jalan Lingkar Barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lubuklinggau, Asril Asri, menyampaikan dari awal pembangunan jalan Lingkar Barat itu semuanya sudah dilakukan pengkajian.

"Dari awal memang akses awalnya memang sudah ada dan akses awal mereka tidak pernah diganggu, dan memang kondisi lingkungan sejak awal tidak ada yang dirugikan," ungka Kepala Dinas PUPR Lubuklinggau tersebut, Selasa (11/1/2022).

Namun, karena kondisi jembatannya sudah jadi akhirnya warga itu berubah, sebab bila mintak akses baru kajiannya sejak awal tidak sampai di sana, karena akses awal tidak diganggu.

"Kedepan ada upaya pemerintah untuk melakukan ganti rugi, bila memang pemanfaatan lahannya sudah dibuat dan dikaji untuk peruntukannya, paling kedepan akan dilakukan relokasi," ujarnya.

Hanya saja masalah relokasi ini melihat slot anggarannya, sebab bila dipaksakan buat akses baru malah berbahaya, dari bawah langsung menuju jembatan jadi lebih bahaya.

Sementara fokus pembangunan kedepan adalah fokus jalan Lingkar Barat terutama peningkatan konektivitas jembatan dan jalan yang akan di optimalkan tahun 2023 mendatang.

"Dalam waktu dekat karena kita sudah kontrak menggunakan dana PEN sebesar Rp 125 Miliar yang untuk konektifitas jalan lingkar utara dan jembatan Rahma," ungkapnya.

Kemudian khusus tahun 2022 ini pihaknya sudah mengajukan slot anggaran dari provinsi untuk konektifitas seluruh wilayah Kota Lubuklinggau.

"Saat ini masih menunggu dari provinsi, jumlah yang kita ajukan untuk bantuan dari provinsi kurang lebih Rp 200 miliar," paparnya.

Termasuk dalam pengajuan itu pihaknya akan melakukan rehab total dan gor Megang, semua itu kedepan skala prioritas dan seluruh perbaikan ruas jalan.

"Sistem peningkatan jalan di Lubuklinggau ini dibagi menjadi empat zona, untuk jumlahnya sangat banyak," ungkapnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved