Berita Muba

Lindungi Habitat Harimau Sumatera di Muba, PT RHM Lakukan Sisir Jerat dan Pasang Kamera Trap

Upaya melindungi dan menjaga habitat harimau Sumatera yang ada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dilakukan.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Fajeri Ramadhoni
PT RHM ketika melakukan pemasangan kamera trap dalam melakukan pemantauan habitat Harimau Sumatera, Kamis (30/12/2021). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU— Upaya melindungi dan menjaga habitat harimau Sumatera yang ada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dilakukan.

Mengingat, hewan buas tersebut sangat dilindungi dan terancam punah maka habitat aslinya pun tak luput dari perhatian.

Salah satu upaya pemulihan tersebut di kawasan lansekap Berbak Sembilang yang juga menjadi areal kawasan Lindung PT Rimba Hutani Mas (RHM).


Secara perlahan kawasan PT RHM kembali menghijau pasca pemantauan vegetasi dan satwa hijau sejak tahun 2014.

Head Forest Sustainability PT RHM Bambang Abimayu mengatakan, rehabilitasi areal kawasan lindung di PT RHM sudah berjalan dan bekerjasama dengan masyarakat Desa Muara Merang dusun Pancoran kecamatan Bayung Lencir kabupaten Muba dengan membentuk kelompok masyarakat peduli api melakukan penghijauan dan kawasan Lindung buaya Sinyulong, serta harimau Sumatera.

"Harus ada kesepahaman bersama antar pengelola usaha dalam rangka pengelolaan harimau Sumatera dan satwa langka lainnya pada skala lanskap," ujarnya, Kamis (30/12/2021).

Selain itu, operasi sisir jerat yang mana untuk menyisir jerat atau perangkat yang dapat membahayakan harimau juga telah dilakukan sejak 3 tahun yang lalu.


"Kali ini kita tidak menemukan jerat, hanya saja ada tali seperti jerat kancil dan itu juga sudah kita amankan," ungkapnya.

Dalam melakukan pemantauan harimau pihaknya juga melakukan pemasangan kamera trap dengan jumalah 6 buah pada jarak 500 meter setiap kamera.


Pemantauan tersebut dilakukan sejak 2013 silam guna mengetahui jumlah harimau sumatera yang melintasi kawasan.

“Kalau untuk rute harimau biasanya mereka menjelajah 11 kilometer perharinya, masyarakat sekitar sudah bisa diajak peduli lingkungan, peduli hutan,“ungkapnya.

Dijelaskamnnya, kawasan Sungai Muara Merang, juga merupakan kawasan konservasi buaya sinyulong, ada 4 yang dilepas dari tangkapan warga karena sering ditemukan warga.


“Karena habitat buaya sinyolang saat ini sudah berkembang pesat, sering ditemukan anakan buaya sinyolong artinya mereka telah berkembang.

Bahkan permintaan warga untuk tidak lagi melepas liarkan buaya disini,” jelasnya.


Tak hanya harimau, pemantauan vegetasi dan pemantaun satwa liar seperti burung dan lainnya pun menjadi prioritas.

"Satwa liar seperti harimau kan biasanya sudah ada jalur jelajahnya sendiri.


Bisa dikatakan teritorial mereka, dan inilah yang menjadi pengawasan kita dalam melindungi habitatnya.
Harus steril dari jerat pemburu dan itu terus kita pantau secara berkala,"tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved