Berita Religi
Jangan Buru-buru, Begini Cara Menegur Orang yang Banyak Gerak saat Sholat
Melakukan gerakan di luar gerakan sholat atau bukan bagian dari gerakan sholat akan membuat sholatnya menjadi batal.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM - Bagaimana cara menegur orang yang bergerak ketika sholat? Berikut ini penjelasan Buya Yahya.
Melakukan gerakan di luar gerakan sholat akan membuat sholatnya menjadi batal.
Imam Syafii menyatakan banyak bergerak dalam salat, maka hukumnya batal.
Imam Nawawi ikut menambahkan, kalau bergerak dalam jumlah banyak yang dilakukan berturut-turut itu bisa membatalkan sholat.
Jadi, meskipun dilakukan secara berselang-seling, itu tidak membuat salat batal.
Lantas, bagaimanakkah cara menegur orang yang banyak bergerak ketika sholat?
Berikut ini penjelasan Buya Yahya yang dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Baca juga: Apa Hukumnya Memegang Mushaf Saat Sholat? Ternyata Begini Penjelasannya Serta Syarat Diperkenankan
Terkait cara menegur orang yang banyak bergerak ketika sholat diawali dengan pertanyaan berikut.
"Kalo sholat jamah di mushollah, kalo lagi sholat kita nggak boleh banyak gerak kan bisa membatalkan sholat. Ada jamaah yang lagi sholat bebas gerak, dia suka mendahului imam, bagaimana cara menegurnya agar tidak menyakiti hatinya?," tanya seorang jemaah.
"Gerakan yang membatalkan di dalam sholat adalah tiga gerakan berturut-turut dari anggota besar yakni lengan, jari kecil, leher dan kaki," terang Buya Yahya.
"Memang jika dia sampai banyak gerakan itu batal sholatnya. Cuma permasalahannya kalo dia orang awam janga buru-buru, orang awam yang salah sholatnya itu, yang salah adalah ustaznya," jelas Buya Yahya.
"Mungkin jarang ustaz yang masuk kampung-kampung ngajar, jadi jangan fokus kita kepada umat dulu, ustaznya dulu dong," lanjutnya.
Maka terkait hal ini, Buya Yahya menuturkan jika banyak kejadian seperti ini di kampung-kampung mengenai kesalahan dalam sholat lantaran tidak ada yang mengajarkan.
Kemudian, Buya Yahya melanjutkan jikalaupun harus mengingatkan yakni dengan memperhatikan kondisinya agar tidak menyakiti hati.
"Jangan kalo mengingatkan jangan waktu dia melakukan kesalahan, mungkin lagi duduk tidak waktu sholat, lagi asyik makan dengan ibu, lagi ngobrol-ngobrol," jelas Buya Yahya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Buya-Yahya-tentang-banyak-bergerak-saat-sholat.jpg)