Breaking News:

Gunung Semeru Meletus

LAVA Pijar Semeru Lebih Cepat dari Larinya, Mbok Um Teronggok di Pinggir Jalan: Kulitnya Terbakar

Janda tua asal Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo ini meninggal dunia setelah terkena lava pijar.

Editor: Wiedarto
Facebook SAR FKAM Search dan Rescue
Kondisi Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Lumajang yang diterjang awan panas Gunung Semeru. 

SRIPOKU.COM, LUMAJANG--Seorang janda meninggal kena lava pijar. Mbok Um (50) menjadi salah seorang korban erupsi Gunung Semeru. Janda tua asal Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo ini meninggal dunia setelah terkena lava pijar.

Tim penyelamat menemukan korban tergeletak di jalanan desa. Kulit sekujur tubuhnya melepuh. Dia ditemukan sekitar 50 meter dari rumahnya.

"Mungkin mau lari tapi gak kuat," kata Amin saudara Mbok Um, Sabtu (4/12/2021).

Kesaksian Amin, Gunung Semeru erupsi sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum meletus, langit terlihat cerah lalu dua kali petir menyambar di atas Puncak Jonggring Saloko.

"Jeda 3 menit-an itu angin kencang, batu-batu turun dari gunung kena atap rumah. Terus gelap lalu tiba-tiba lava pijar sudah sampai ke pemukiman," ujarnya.

Kondisi itu membuat warga panik. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sampai sekarang pun cukup banyak laporan warga hilang, termasuk anak semata wayang Mbok Um.

"Anaknya kalau siang ikut kerja nambang pasir, sekarang tidak tahu di mana. Dia gak bisa dihubungi," katanya.

Desa Curah Kobokan memang menjadi salah satu desa yang terdampak sangat parah.

Sebagaian besar bangunan rumah warga di sana ambruk ketika terkena erupsi Gunung Semeru.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved