Konsultasi Kesehatan dr Ismail Bastomi Sp.OT (K): Kaki Jinjit Pada Anak Kasus CP Bisa Sembuh

"Seperti adik ini, kakinya jinjit, ini kelemahan di lutut dan ini dipakaikan sepatu sampai ke atas lutut, agar bisa bantu bisa jalan.

Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/IHSAN MUSTAKIM
dr Ismail Sp.OT (K) Hip and Knee, AIFO K saat memeriksa pasien M Fariz di Recons Fit Indonesia Palembang di Jl Balayuda 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kasus Cerebral palsy merupakan kondisi di mana seorang anak mengalami ganguan gerakan.

Kejadian ini berlangsung ketika proses dalam kandungan atau atau saat proses persalinan.

Kasus ini terjadi pada pasien bernama M Fariz Zahirul Haq (6), pasien yang kini ditangani oleh Klinik Recons Fit Indonesia yang langsung dibawah penanganan dr Ismail Bastomi Sp.OT (K) Hip and Knee, AIFO-K, Direktur sekaligus Onwer dari Recons Fit.

Menurut dr Ismail sapaannya, kasus ini banyak terjadi dan salah satu pasien M Fariz.

"Ini namanya Cerebral Palsy, salah satu kelainan pada anak, biasanya dalam kandungan atau saat lahir. Bisa jadi proses lahirnya lambat sehingga mempengaruhi tumbuh kembang," ujarnya.

"Biasanya kaki menjinjit, dalam kasus ini di mana kekuatan motoriknya untuk menjinjit lebih kuat," jelas dr Ismail.

Dalam proses penanganannya, menurut dr Ismail bisa melakukan fisioterapi dan dipasang alat bantu dan jalan terakhir adalah operasi. Namun dalam kasus Fariz ini sudah menjalani operasi, sehingga disarankan dipasang alat bantu.

"Harus dipasang alat khusus, yakni ortotik prostetik (alat bantu tulang tiruan). Langkah awal memang dipasang sepatu dulu, sembari fisio terafi," kata dr Ismail.

Menurut dia, pemasangan alat ini akan membantu mengokreksi dan reposisi kondisi pada kaki si anak.

Menurut dia, untuk kasus Fariz ini tidak ada masalah dan akan dibantu, jika pemasangan alat dan fisio terafi belum bisa, maka jalan terakhir adalah beda untuk reposisi. Namun sejauh ini menurut dr Ismail, pasien M Fariz bisa sembuh apalagi sudah operasi dan tinggal memasang sepatu dan fisio terafi.

"Ini bisa ini, ngak ada masalah dan bisa (jalan)," kata dr Ismail.

Apalagi usia Fariz baru sekitar 6 tahun atau belum 7 tahun, sebab ada pasien yang usianya sudah remaja tetapi bisa jalan dan sembuh.

Sementara itu Ridho dari Divisi Ortotik mengatakan, alat bantu untuk penunjang atau support bagi pasien yang mengalami masalah berjalan dan lainnya, seperti dialami oleh M Rafiz.

"Seperti adik ini, kakinya jinjit, ini kelemahan di lutut dan ini dipakaikan sepatu sampai ke atas lutut, agar bisa bantu bisa jalan.

"Untuk penggunaanya semacam banyak pasien kayak CP, di Indonesia ada dua Poltekes Solo dan Jakarta," ujarnya.
Menurut Ridho, setelah pemasangan alat bantu ini maka akan terus dilakukan observasi beberapa bulan ke depan.Kemudian terus dipantau oleh tim dokter.

Seperti diketahui pasien M Fariz kini menjalani proses pengobatan di K Recons Fit Indonesia Palembang. Kasus yang dialami Fariz adalah cp di mana dialami sejak lahir dengan kondisi kakinya yang mengalami masalah saat akan berjalan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved