Breaking News:

Rekonstruksi Perbuatan Asusila dan Pembunuhan Siswi SD di OKU Selatan, Korban Disekap dan Disetrum

Sebelum dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke Sungai Selabung, korban berusia 12 tahun itu terlebih dahulu dirudapksa.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/alan
Tersangka pembunuhan yang disertai rudapaksa terhadap seorang siswi SD di OKU Selatan menjalani rekonstruksi. 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Seorang siswi SD jadi korban pembunuhan di OKU Selatan yang dilakukan seorang pria paruh baya bernama Wahyu (50) pada 26 Oktober 2021 lalu.

Sebelum dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke Sungai Selabung, korban berusia 12 tahun itu terlebih dahulu dirudapksa.

Wahyu sudah berhasil ditangkap beberapa saat usai tubuh korban ditemukan.

Kabar terbaru, Wahyu baru saja usai menjalani rekonstruksi yang digelar oleh Polres OKU Selatan, Jumat (19/11/2021).

Terdapat 46 adegan dipraktekan oleh tersangka saat reka ulang perkara, mulai dari membekap mulut sibocah, membawanya ke sungai, merudakpaksa, menyetrum, hingga  menenggelamkan serta menghanyutkan korban ke sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.

Ayah korban terlihat masih tak percaya akan kepergian putrinya.

Ia berharap penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku yang telah membunuh secara kejam putrinya.

"Saya meminta keadilan untuk anaknya. Saya berharap pelaku bisa jerat hukum seberat-beratnya," katanya, Jumat (19/11/2021).

Terpisah, AKBP Indra Arya Yudha SH, SIK, MH Kapolres OKU Selatan usai memimpin rekonstruksi mengatakan pelaku Wahyu dikenakan pasal berlapis tentang UUD perlindungan anak dan pembunuhan penganiayaaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Untuk tersangka sementara ini kita terapkan pasal 339 KUHP, dimana perbuatan ataupun tindak pidana tersangka ini dibarengi sebelumnya dengan tindakan pidana lainnya," ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya yang bersangkutan kita kenanakan 339 KUHP Jo Pasal 80 undang-undang perlindungan anak,"ungkap AKBP Indra," tandasnya.

Tersangka Wahyu (50) dijerat undang perlindungan anak dengan ancaman pidana kurungan penjara 15 tahun serta pasal pembunuhan dengan ancaman seumur hidup.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved