Mahasiswi Unsri Korban Asusila
BREAKING NEWS: Dua Mahasiswi Unsri Kembali Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual
seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) yang viral sejak akhir September lalu. Kini, dugaan kasus serupa kembali mencuat setelah Badan Ekseku
SRIPOKU.COM, INDRALAYA-- Belum tuntas perkara dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) yang viral sejak akhir September lalu.
Kini, dugaan kasus serupa kembali mencuat setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Unsri menerima laporan dari dua orang mahasiswi.
"Kami mendapat laporan dugaan pelecehan dari dua orang mahasiswi Unsri," kata Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri, Dwiki Sandy kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).
Laporan tersebut, kata Dwiki, diterima melalui pesan langsung akun medsos BEM-KM Unsri pada 6 November lalu.
"BEM-KM Unsri melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan sudah bertemu dengan dua orang mahasiswi tersebut," terang Dwiki.
Namun Dwiki tak bersedia membeberkan identitas kedua mahasiswi tersebut, termasuk jurusan dan fakultas yang bersangkutan.
Dia hanya memastikan bahwa kedua mahasiswi itu berasal dari fakultas yang berbeda dengan korban pelecehan pertama yang melapor ke BEM-KM Unsri.
"(Dua mahasiswi) dari fakultas berbeda," tegas Dwiki.
Begitu juga dengan terduga pelaku, kata Dwiki, juga berbeda dengan pelaku pelecehan sebelumnya.
"Berdasarkan pengakuan dua orang ini, pelakunya beda (dengan pelaku pelecehan sebelumnya)," ungkap Dwiki.
BEM-KM Unsri kini telah membentuk Satgas khusus untuk mengawal dugaan perkara pelecehan seksual ini.
Dwiki dan kawan-kawan juga sedang menantikan respon audiensi berikutnya dengan pihak rektorat Unsri untuk meminta kepastian penyelesaian perkara ini.
"Kami mendesak agar pihak rektorat memberikan sanksi seberat-beratnya bagi para terduga pelaku pelecehan ini.
Minimal pencabutan hak sebagai dosen sesuai dengan sanksi etika akademik Unsri," ucap Dwiki.
Diberitakan sebelumnya, soal cuitan mahasiswi Unsri korban asusila dosen beberapa waktu lalu menemui titik terang.
Apa yang diungkapkan mahasiswi tersebut melalui media sosial Instagram kemungkinan besar adanya, bukan hoaks atau cerita karangan semata.
Kesimpulan ini ditarik setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Sriwijaya (Unsri) mengonfirmasi telah bertemu dengan mahasiswi korban asusila tersebut.
Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri, Dwiki Sandhy, mengungkapkan korban bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM-KM Unsri.
"Setelah korban mengadu di medsos Unsri pada 26 September lalu, beberapa waktu kemudian Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM-KM berjumpa dengan korban," kata Dwiki kepada wartawan yang menemuinya di kampus Unsri Indralaya, Kamis (18/11/2021).
Pada pertemuan tersebut, BEM-KM Unsri juga memastikan identitas korban yang mengaku mahasiswi Unsri itu.
"Setelah dicek, benar yang bersangkutan mahasiswi Unsri. Berdasarkan penuturannya, kejadian yang dialaminya itu terjadi di kampus Unsri Indralaya," terang Dwiki.
Dilanjutkannya, korban mengaku telah menceritakan hal ini kepada Koorprodi yang bersangkutan.
Korban juga telah membuat laporan secara tertulis atas tindakan pelecehan seksual kepada Dekan.
"Korban didampingi ibunya, telah beberapa kali memenuhi panggilan dari pimpinan fakultasnya. Juga didampingi ibu Kajur (Ketua Jurusan)," jelas Dwiki.
Dia mengungkapkan, korban juga sudah menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh pimpinan fakultas.
Selama proses pengawalan kasus ini, korban mendapat pendampingan dari Menteri Pemberian Perempuan BEM-KM Unsri, Syarifah.
Dwiki meminta pihak rektorat Unsri memberikan sanksi seberat-beratnya kepada pelaku pelecehan tersebut.
"Minimal pencabutan hak dosen sesuai dengan sanksi etika akademik Unsri. Kami akan kawal hingga tuntas," tegas Dwiki.
Sementara saat akan diminta konfirmasi, tak ada satupun perwakilan rektorat Unsri yang ada di Indralaya.
"Bapak-bapak Wakil Rektor Unsri sedang di Palembang karena menyambut kunjungan Universitas Singaperbangsa," kata seorang staf Humas Unsri.
Diberitakan sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Sriwijaya (Unsri) mengonfirmasi telah menerima laporan dari media sosial Twitter mengenai seseorang mengaku mahasiswi yang mendapat perlakuan tindak asusila.
Perlakuan tindak asusila tersebut, berdasarkan kabar yang beredar di medsos, dilakukan oleh diduga oknum dosen.
"Laporan ini kami terima pada Minggu tanggal 26 September kemarin kira-kira pukul 07.30," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unsri, Syarifah kepada wartawan di Indralaya, Selasa (28/9/2021).
Informasi tersebut pertama kali didapatkan oleh BEM KM Unsri dari akun Twitter UNSR! fess.
Mendapat laporan tersebut, kata Syarifah, BEM KM Unsri menindaklanjutinya dengan melakukan pengecekan.
"Orang yang mengirim pesan itu pakai akun anonim atau akun samaran," ujar Syarifah.
Pihak BEM lalu berusaha menghubungi akun yang oleh Syarifah tak disebutkan namanya itu.
"Intinya si pemilik akun menceritakan apa yang dia alami seperti yang tersebar di medsos," ucap Syarifah.
Dilanjutkannya, si pemilik akun Twitter anonim tersebut mengaku akan melaporkan perkara ini Ketua Program Studi (Kaprodi) yang bersangkutan.
"Katanya dia mau melapor ke Kaprodi, tapi tidak disebutkan Kaprodi apa," tutur Syarifah.
Disinggung mengenai Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri yang disebutkan di medsos, Syarifah mengaku belum mengetahui secara pasti.
Termasuk validitas informasi yang beredar di medsos sejak beberapa hari terakhir.
"Orangnya siapa, apa benar dia mahasiswa Unsri, apa benar yang dialaminya, kami sedang mencari tahu kebenaran informasi ini," terang Syarifah.
"Banyak yang berargumen begitu (diduga mahasiswi FKIP Unsri), namun belum diketahui sama sekali," imbuhnya.
Syarifah dan anggota BEM KM Unsri lainnya kini masih berusaha berkomunikasi dengan pemilik akun anonim yang menghebohkan jagat maya tersebut.
"Teknis dan bagaimana detil cara kami menggali kebenaran informasi ini, tidak bisa dijelaskan," tegas Syarifah.
Meski mengaku belum mengetahui duduk perkara sebenarnya, Syarifah dan rekan-rekan BEM KM Unsri menegaskan akan mengawal perkara ini.
"Kami memiliki layanan aduan Sriwijaya Care bagi mahasiswa yang ingin melaporkan suatu urusan atau perkara tertentu. Pun kalau ada mahasiswa lain yang mengetahui lebih jelas mengenai informasi beredar di medsos, kami siap menerima," kata Syarifah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sexual-ilustrasi.jpg)