Breaking News:

Mimbar Jumat

Refleksi Memperingati Hari Pahlawan. Aqidah Yang Melahirkan Spirit Hubbul Wathan

Istilah hubbul wathan awalnya sering didekatkan dengan istilah jihad sebagai resolusi dan komitmen umat Islam untuk terus memperjuangkan kemerdekaan

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
DR Abdurrahmansyah MAg / Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah. 

Secara normatif, penegasan mengenai kaitan aqidah dan jihad ini ditemukan dalam QS. al-Hujarat: 15, bahwa; “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.”

Ayat ini selain menjelaskan indikasi orang memiliki aqidah dan iman yang kuat adalah seorang mujahidin, sekaligus menjelaskan sarana ji-had dalam bentuk jiwa dan harta.

Kondisi damai di alam kemerdekaan tentu tidak membutuhkan jihad dalam bentuk perang fisik (qital), sebab haram melakukan pertum-pahan darah di negeri yang aman dan damai (Darussalam).

Pemaknaan jihad di era kekinian adalah berjuang sekuat daya upaya untuk mewujudkan kemakmuran umat.

Jihad harta justru sangat relevan terutama di masa pandemic Covid-19 yang telah menimbulkan dampak pelemahan ekonomi umat.

ilustrasi
Update 11 November 2021. (https://covid19.go.id/)

Semakin meningkatnya data statistik masyarakat miskin sebagai dampak pandemic saat ini harus diatasi melalui semangat dan aksi jihad harta.

Filantropi Islam dianggap sebagai solusi yang paling efektif untuk mengatasi masalah kemiskinan di masa pandemic covid-19.

Kerelaan berbagi dan selalu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di masa sulit merupakan implementasi dari kesadaran keberimanan seseorang.

Orang yang lemah iman akan sulit berbagi kepada sesama. Sifat egois dan hanya mementingkan diri sendiri merupakan ciri orang yang lemah aqidahnya.

Pemusatan energi jihad umat Islam pada sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial merupakan sebuah interpretasi terhadap makna jihad secara kontekstual.

Perjuangan umat Islam kini adalah mengasah pedang analisis akademik intelektual dan menajamkan anak panah untuk menembus market dan mencari peluang pasar bagi pengembangan ekonomi umat secara luas.

Komitmen ini harus dilakukan secara serentak oleh semua potensi umat Islam.

Semua kekuatan umat di berbagai organisasi sosial keagamaan harus diarahkan pada perjuangan menegakkan supremasi kemakmuran (welfare) secara sinergis dan efektif.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved