Indonesia Hidden Heritage (IHH) Dukung Pendirian Museum Bappenas

Kreatif Hub Indonesia Hidden Heritage (IHH) mendukung rencana pendirian Museum Bappenas yang digagas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kem

Editor: Odi Aria
Handout
IHH membantu pengumpulan data historis terkait peran AK Gani dalam sejarah perencanaan ekonomi Indonesia. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Kreatif Hub Indonesia Hidden Heritage (IHH) mendukung rencana pendirian Museum Bappenas yang digagas Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan berpartisipasi dalam tahap pengumpulan data historis awal peran Pahlawan Nasional dr Adnan Kapau (AK) Gani sebagai salah satu perintis berdirinya Kementerian PPN/Bappenas termasuk kiprahnya dalam sejarah politik, ekonomi dan budaya Indonesia di Palembang, Sumatera Selatan pada 8-12 November 2021.

Tahap ini dilakukan dengan melakukan eksplorasi langsung ke Museum AK Gani, Museum Kota Palembang Sultan Mahmud Badaruddin 2, Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Balaputera Dewa, Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuk Linggau, Museum Sriwijaya dan Museum Bayt Al Quran serta wawancara Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Agus Rizal, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Palembang Gunawan, Budayawan sekaligus Sejarawan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Kemas Ari Panji, Jurnalis Sejarah Dudy Oskandar, serta Founder Sahabat Cagar Budaya Palembang Robby Sunata.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Palembang Gunawan Gentimat menyambut baik rencana pendirian Museum Bappenas, terutama karena mengangkat kiprah tokoh Sumatera Selatan, Adnan Kapau Gani.

“Rencana ini sejalan dengan program kami untuk membantu pemeliharaan arsip di Museum AK Gani,” ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Palembang Gunawan Gentimat, Rabu (10/11/2021).

Sebagai kreatif hub yang peduli pada pengembangan potensi wisata sejarah budaya Tanah Air, Indonesia Hidden Heritage mengapresiasi gagasan Kementerian PPN/Bappenas untuk mendirikan Museum Bappenas karena museum potensial dijadikan salah satu ikon pariwisata.

“Berbekal pengalaman melakukan digitalisasi arsip Museum AK Gani, kami optimistis dapat berkontribusi positif dalam penggalian data akurat mengenai kiprah dr Adnan Kapau Gani terhadap politik, ekonomi dan budaya Indonesia,” papar Direktur Eksekutif Indonesia Hidden Heritage sekaligus Ketua Pemajuan Museum di Indonesia, Nofa Farida Lestari pada Rabu, 9 November 2021 saat kunjungan kerja ke Museum AK Gani, Palembang.

Menurut Perencana Ahli Madya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Bappenas Ismet Mohamad Suhud, kunjungan kerja selama lima hari ke Palembang merupakan tahap eksplorasi awal pencarian data AK Gani.

“Setelah kami telusuri, AK Gani adalah cikal bakal yang membuat lembaga perencanaan sehingga kami sangat tertarik untuk mendalami dokumen terkait kiprahnya tersebut.

Berlatar belakang fakta tersebut, Tim Pendiri Museum Bappenas mengunjungi Museum AK Gani dalam rangka eksplorasi koleksi-koleksi Museum AK Gani yang lebih komprehensif sehingga sangat berarti untuk dijadikan bahan pameran Museum Bappenas nanti,” terang Perencana Ahli Madya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Bappenas Ismet Mohamad Suhud.

Pendirian Museum Bappenas dilatarbelakangi oleh sejarah Bappenas yang memiliki peran penting dalam pembentukan negara Indonesia karena cikal bakal Indonesia berangkat dari konsep perencanaan ekonomi dan pertanian yang berkembang menjadi lembaga multibidang yang dikoordinasikan oleh menteri PPN/kepala Bappenas sekarang menjadi pokok perencanaan lembaga, baik pusat maupun provinsi.

“Harapan adanya Museum Bappenas adalah pemerintah punya museum yang sangat menarik secara pengetahuan. Ada founding father, khususnya pejuang yang terkait erat dengan pembangunan nasional, merupakan suatu kebanggaan bagi anak bangsa,” kata Ismet.

AK Gani memiliki banyak kiprah dalam pembangunan Indonesia, terutama di Sumatera Selatan.

"Riset tentang pemikiran dan pandangan AK Gani banyak ditulis dalam koran-koran Sumatera Selatan pada awal-awal Kemerdekaan Indonesia dan bisa diakses di Perpustakaan Nasional gedung lama di Salemba," kata Jurnalis Sejarah Dudy Oskandar saat audiensi dengan Tim Pendiri Museum Bappenas di Museum AK Gani.

Sementara itu, Founder Sahabat Cagar Budaya Palembang Robby Sunata menyampaikan bahwa AK Gani bukan sekadar pejuang, tapi juga pengusaha. Jiwa pengusahanya itu digunakan bukan hanya untuk kepentingan sendiri, tetapi juga memakmurkan rakyat Sumatera.

“Kesuksesannya dalam mengembangkan bisnis di Sumatera membawanya dipercaya sebagai Menteri Kemakmuran,” ujar Founder Sahabat Cagar Budaya Palembang Robby Sunata.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved