Hujan di Lubuklinggau Makin Sering Turun, Kepala BPBD Kumpulkan 20 Lurah dan Camat
Banjir bandang dicemaskan terjadi di beberapa daerah lantaran hujan semakin sering turun di Lubuklinggau.
Penulis: Eko Hepronis
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Hujan deras mengguyur Kota Lubuklinggau Sumsel hampir setiap hari.
Hal ini menyebabkan debit Sungai Kelingi dan anak sungai yang melintasi kota ini kembali meningkat.
Meski bukan langganan banjir, namun Lubuklinggau rentan terjadinya banjir bandang kiriman dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yang terjadi kapan saja.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau memanggil 20 lurah dan camat yang rentan terjadinya bencana.
Kepala DPKPB Lubuklinggau, Lutfi, melalui Kabid Penanggulangan Bencana Suryo Amrinata menyampaikan, kegiatan ini sengaja digelar dalam rangka sebagai antisipasi siaga bencana saat ini.
"Yang kita undang ini wilayah-wilayah yang rentan terjadinya bencana, terutama kelurahan yang ada bantaran sungai," ungkapnya dalam sambutan, Selasa (9/11/2021).
Sekarang intensitas hujan sangat tinggi, pihaknya mengimbau melalui lurah dan empat camat agar masyarakat diminta tidak tidak membuang sampah sembarangan dan menebang pohon yang bisa menghambat laju air.
"Kita minta masyarakat jangan membangun dibawah tebing yang dapat berpotensi longsor, serta masyarakat diminta tidak menebang pohon sembarangan," ujarnya.
Seperti terjadi banjir bandang beberapa waktu lalu disebabkan oleh pohon tumbang, kemudian tersumbat sampah, akhirnya ketika hujan aliran tersumbat dan menyebabkan beberapa rumah banjir.
Kemudian dari beberapa kali terjadi bencana longsor kemarin setelah dilakukan pemantauan ternyata banyak bangunan yang longsor tersebut membangun di atas aliran sungai
"Cepat atau lambat bangunan yang kita bangun tersebut bila terus terkikis air bah akan menimbulkan longsor dan sangat membahayakan," ungkapnya.
Ia menyampaikan adapun lokasi yang selama ini rawan banjir yakni Karya Bakti, Wira Karya, Talang Muara Enim, Dempo, Air Kuti dan Temam, dan sepanjang aliran Sungai Kelingi.
DPKPB Lubuklinggau telah meminta masyarakat untuk berhati-hati, sebab informasi BMKG dalam saat ini baru masuk musim penghujan dan akan ada puncaknya.
"Puncaknya ada diperkirakan bulan ini untuk masyarakat harus waspada dan hati-hati, kebiasaan buang sampah tolong di kurangi supaya jangan terjadi lagi," paparnya.
Ia pun mengimbau masyarakat apalagi terjadi tengah malam, yang paling utama mematikan kontak listrik terlebih dahulu, karena apabila kena air akan menyetrum.
"Jangan menyelamatkan harta tapi listrik, karena dampaknya sangat rentan, bahkan saat kita dapat informasi masyarakat kita langung koordinasi PLN lakukan pemadaman, " ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan-5.jpg)