Breaking News:

BPJAMSOSTEK Siap Beri Santunan, Jika ada Peserta yang Meninggal atau Kecelakaan

BPJAMSOSTEK Siap berikan santunan bagi peserta yang meninggal atau mengalami kecelakaan kerja.

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Humas BPJamsostek
BPJAMSOSTEK turut berduka cita atas meninggalnya Nanang Sidiq Pratama (20) pekerja proyek PT KAI yang terjatuh ke Sungai Enim. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- BPJAMSOSTEK Siap berikan santunan bagi peserta yang meninggal atau mengalami kecelakaan kerja.

Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Muaraenim Ruszian Dedy, Rabu (3/11/2021).

Dikatakannya begitu juga terkait tewasnya salah satu pekerja proyek PT KAI yang diduga tenggelam di Sungai Enim saat sedang bekerja.

"BPJAMSOSTEK turut berduka cita atas meninggalnya Nanang Sidiq Pratama (20) pekerja proyek PT KAI yang terjatuh ke Sungai Enim pada hari Sabtu tanggal 30 Oktober 2021 lalu, sebagaimana informasi/berita yang termuat dalam media online," katanya.

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BTN Beri Fasilitas Pembiayaan Perumahan Peserta

BPJAMSOSTEK Sumbagsel berbagi, Gelar Vaksinasi hingga Donor Darah

Dikatakannya bahwa pihaknya siap memberikan santunan kepada ahli waris Alm Nanang Sidiq Pratama apabila yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK. 

"Jika yang bersangkutan meninggal dikarenakan kasus kecelakaan kerja, maka ahli waris berhak menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 48 x Upah, atau Jaminan Kematian sebesar Rp 42 Juta apabila meninggalnya bukan kasus kecelakaan kerja," katanya.

Harpelnas, BPJAMSOSTEK Serahkan 2 Santunan

BPJS Ketenagakerjaan dan Hiswana Migas Sepakat Wujudkan Perlindungan Program Jamsostek

Dijelaskan Ruszian Dedy bahwa BPJAMSOSTEK merupakan Badan Hukum Publik, yang memberikan perlindungan Jaminan Sosial kepada masyarakat ataupun pekerja yang mengalami resiko sosial ekonomi berkaitan dengan aktivitas kerjanya. 

"Program yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan  Kehilangan Pekerjaan (JKP)," katanya.

Pihaknya berharap kasus kecelakaan kerja dapat diminimalisir dengan meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam melaksanakan aktivitas kerja. 

"Dan memastikan perlindungan Jaminan Sosial tenaga kerjanya dengan mendaftarkan proyek/pekerja dalam Program BPJS Ketenagakerjaan," tandasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved