Berita Ogan Ilir
Ponpes At Tauhid OI Masih Beroperasi Pasca 2 Pengajarnya Berbuat Asusila, Ada 8 Santri Ditarik Ortu
Akibat ulah dua tenaga pengajar Pondok Pesantren At Tauhid yang ada di Kecamatan Pemulutan Barat, membuat sejumlah wali santri menarik anak mereka.
SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Kabar terbaru soal pengasuh ponpes di Ogan Ilir berbuat asusila ke para santri.
Akibat ulah dua tenaga pengajar Pondok Pesantren At Tauhid yang ada di Kecamatan Pemulutan Barat, membuat sejumlah wali santri menarik anak mereka.
Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Ogan Ilir, HM Kholil Azmi.
"Hingga saat ini sudah delapan santri yang ditarik orangtuanya dari Ponpes At Tauhid," kata Kholil kepada wartawan, Senin (1/11/2021).
Menurut Kholil, langkah tersebut diambil sejumlah wali santri karena khawatir anak mereka jadi korban asusila.
Meskipun, dua pelaku tindak asusila tersebut sudah diamankan oleh Polda Sumatera Selatan.
“Adanya kasus ini menjadikan sebagian orangtua merasa was-was dan takut kalau-kalau anak mereka menjadi korban asusila," ujar Kholil.
Selain delapan santri yang ditarik orangtua mereka, lanjut Kholil, saat ini 32 santri korban asusila sedang di karantina oleh Dinas Sosial Sumatera Selatan.
Para santri korban asusila ini tengah mendapatkan pengawasan khusus, untuk memperbaiki psikis mereka.
"Jumlah keseluruhan santri Ponpes At Tauhid ini 170 orang dan 32 orang sedang di bawah bimbingan Dinsos Sumsel,” tutur Kholil.
Pasca terungkapnya kasus ini, Kemenag Kabupaten Ogan Ilir selalu memantau dan melakukan pengawasan kepada Ponpes At Tauhid.
Pengawasan baik itu kepada tenaga pengajar, tenaga ahli maupun tenaga pembantu, wali santri dan juga para santri.
Meskipun sebelumnya pihak Ponpes At Tauhid mengungkapkan jika mereka telah menerapkan character assessment terhadap 18 tenaga pengajar mereka.
“Kita lakukan pengawasan dan harapannya jangan sampai peristiwa kemarin terulang lagi,” tegas Kholil.