12 Fakta Menarik Sumpah Pemuda yang Jarang Diketahui Publik, Hanya Ada 6 Perempuan yang Ikut Kongres
Penasaran? nih Sripoku.com beri penjelasaanya, betapa besar perjuangan para tokoh pemuda terdahulu.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: pairat
Peran perempuan dalam Kongres Pemuda II tidak begitu menonjol. Ini ditandai pula dengan sangat sedikitnya jumlah peserta pemudi yang hadir dalam kongres.
Berdasarkan buku resmi Panduan Museum Sumpah Pemuda, peserta kongres yang tercatat hanya ada 82 orang.
Padahal sejatinya ada 700-an peserta yang hadir di gedung yang digunakan untuk melangsungkan kongres.
Peserta perempuan sendiri hanya ada enam orang, yaitu Dien Pantow, Emma Poeradiredjo, Jo Tumbuan, Nona Tumbel, Poernamawoelan, dan Siti Soendari.
Dari keenam peserta perempuan tersebut, hanya tiga peserta yang turut menyampaikan pidatonya dalam kongres, yakni Mardanas Safwan, Emma Poeradiredjo dan Siti Soendari.
4. Museum
Sumpah Pemuda merupakan refleksi dari semangat nasionalisme para pemuda yang dibutuhkan dalam perjuangan kemerdekaan dan untuk mempertahankan kemerdekaan
Kini rumah yang menjadi tempat pembacaan sumpah pemuda kini dijadikan Museum Sumpah Pemuda.
5. Pertama kalinya lagu Indonesia Raya diperdengarkan
Dalam kongres itu, untuk pertama kalinya lagi Indonesia Raya diperdengarkan.
Bahkan langsung dimainkan oleh penciptanya sendiri Wage Roedolf Soepratman menggunakan instrumen biola.
Namun saat itu lagu Indonesia Raya diperdengarkan tanpa syair.
Hal itu karena dikhawatirkan kolonial curiga dengan kata Indonesia dan Merdeka.
6. Masih gunakan bahasa Belanda
Meski bersifat nasionalis, para peserta Kongres Pemuda II masih banyak menggunakan bahasa Belanda dalam percakapan maupun penulisannya.
Misalnya, Siti Soendari yang turut menyampaikan pidatonya dalam kongres tersebut dalam bahasa Belanda.