12 Fakta Menarik Sumpah Pemuda yang Jarang Diketahui Publik, Hanya Ada 6 Perempuan yang Ikut Kongres

Penasaran? nih Sripoku.com beri penjelasaanya, betapa besar perjuangan para tokoh pemuda terdahulu.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: pairat
Twitter via Tribun Jatim
Peserta Kongres Pemuda II yang kemudian diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober. 

SRIPOKU.COM - Sumpah Pemuda memiliki cerita sejarah dan tujuan yang sakral bagi Bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda merupakan sebuah tekad dan semangat para pemuda-pemudi Indonesia dalam menegakkan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penjajahan negara asing.

Sejarah tersebut yang membuat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober.

Hari spesial dan bersejarah di mana para pemuda dan pemudi menggelorakan semangat untuk meraih kemerdekaan pada 1928.

Namun tahukah kalian, kalau ada fakta menarik dari mengenai Sumpah Pemuda yang belum banyak diketahui.

Penasaran? berikut Sripoku.com beri penjelasaanya, betapa besar perjuangan para tokoh pemuda terdahulu.

Baca juga: Daftar Link Twibbon Menarik untuk Menyambut Hari Sumpah Pemuda 2021, Cocok untuk Pasang Profil

1. Peran Soekarno dan Mohammad Hatta

Peran Soekarno sendiri sebagai kampiun persatuan nasional dan pendiri PNI (Partai Nasional Indonesia) pada 4 Juli 1927, dalam proses Sumpah Pemuda itu mungkin hanya secara tidak langsung saja, sebab namanya tidak ditemukan dalam daftar peserta kongres.

Sedangkan Mohammad Hatta memang sedang berada di Negeri Belanda saat kongres itu.

Tentang peran Bung Karno ini pernah diperdebatkan di kalangan sementara tokoh nasional.

2. Peran etnis Tionghoa dalam peristiwa Sumpah Pemuda

Beberapa waktu belakangan ini isu soal kelompok etnis tertentu kembali diperbincangkan. Etnis yang dimaksud adalah etnis Tionghoa.
Namun perlu diingat, etnis Tionghoa turut ambil peran dalam terbentuknya Sumpah Pemuda.

Dia adalah Sie Kong Liong. Bagaimana tidak, pemondokan yang menjadi tempat berkumpul serta menyelenggarakan Kongres Sumpah Pemuda II adalah miliknya.

Sekarang, pemondokan tersebut menjadi Museum Sumpah Pemuda.

3. Hanya ada 6 perempuan yang ikut Kongres

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved