Breaking News:

Hasil Liga 2 Indonesia: Kalah Tipis Dari PSPS, Pelatih PSMS Medan Sebut ini Bukan Akhir Segalanya

Taklukan PSMS Medan, PSPS menyalip ke Runner-up dengan 7 poin berusaha mengejar pimpinan klasemen yakni Sriwijaya FC di grup A Liga 2 Indonesia

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
TRIBUN MEDAN/AKBAR
PSMS Medan saat latihan di Lapangan Kebun Bunga. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG ---  Meski menderita kekalahan 1-0 dan posisi Runner-up grup A Liga 2 Indonesia direbut PSPS Pekanbaru, pelatih kepala PSMS, Ansyari Lubis masih bersabar dan menyebut bukanlah kiamat buat tim berjuluk Ayam Kinantan ini. 

"Saya harapkan kekalahan ini bukan kiamat buat kita. Kalau kita bisa bangkit, itu yang sangat baik buat kita. Tapi tanggungjawab saya sebagai pelatih," ungkap Ansyari Lubis pada Preskon usai pertandingan, Rabu (20/10/2021). 

Dengan kekalahan yang dialaminya, PSMS yang mengantongi 5 poin harus turun di peringkat ketiga.

Ditempel Semen Padang di peringkat keempat yang sama-sama mengantongi 5 poin. 

Kekalahan hari ini jelas kurang memuaskan juga bagi pemain maupun tim PSMS Medan yang selama ini merupakan klub diunggulkan. 

"Tapi ini bukan akhir segalanya, masih ada beberapa pertandingan lagi, ini menjadi evaluasi kami untuk lebih baik lagi untuk mendapat hasil maksimal lagi," terangnya. 

Baca juga: Hasil Liga 2 Indonesia, Diwarnai Pelatih Muba Babel United Kartu Merah, Semen Padang Memang Tipis

PSPS berada di Runner-up grup A Liga 2 Indonesia dengan 7 poin berusaha mengejar pimpinan klasemen yakni Sriwijaya FC dengan 9 poin dari 3 pertandingan. 

Sementara peringkat kelima ada KS Tiga Naga dengan mengantongi 2 poin.

Sedangkan diurutan terakhir ada Muba Babel United bertahan di juru kunci dengan perolehan 1 poin  dari empat pertandingan. 

"Yang pasti dengan kekalahan ini pasti kita bergeser ke urutan ketiga. Dan juga kalau tim lain bisa memenangkan pertandingan mereka juga semakin ketat dengan kita. Artinya sebuah hal yang merugikan buat kita terutama dengan hasil yang kalah 1-0 akibat ini paling tidak perjuangan kita semakin berat," terang pelatih yang akrab disapa Uwak.

Pelatih kelahiran Tebingtinggi 29 Juli 1970 mengaku pemain naturalisasi PSMS Medan, Mamadou Hary Barry yang baru bisa tampil setelah mengantongi ITC dari federasi sepakbola Hongkong ini masih belum bisa berbicara untuk membungkam PSPS

"Karena kita main mengejar ketertinggalan, kota fokusnya Baru itu bisa dapat bola. Tetapi ekspektasi yang kita harapkan tidak keluar dari Baru. Itu dari segi teknis," jelasnya. 

Seperti diketahui, Mamadou Hady Barry merupakan pemain naturalisasi kelahiran Guinea yang telah menandatangani kontrak bersama klub PSMS sebelum bergulirnya kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2021.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved