Profil Ridwan Saidi, Budayawan Betawi yang Pernah Berseteru dengan Ahmad Dhani, Punya Banyak Jabatan
Ia juga merupakan mantan anggota DPR melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1977-1987.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Fadhila Rahma
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Akibat dari buku tersebut, Dhani kemudian mendapat kiriman bom buku yang diterima pada Selasa, 15 Maret 2011, yang ditujukan ke kantor Republik Cinta Management (RCM).
Namun, paket baru dibuka pada Kamis, 17 Maret 2011.
Buku berisi bom itu lalu diledakkan Tim Gegana.
Buntut dari bom tersebut, Dhani melaporkan Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara sebagai pengarang buku yang memuat klaim salah terhadap Dhani tersebut.
Dhani menganggap buku tersebut yang menyebabkan dirinya menjadi target teroris.
Karier
Dilansir dari Wikipedia, dalam perjalanan kariernya, Ridwan Saidi cukup aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.
Ia pernah menjadi Kepala Staf Batalion Soeprapto Resimen Mahasiswa Arief Rahman Hakim, pada tahun 1966.
Setelah itu, pada tahun 1973-1975, Ridwan Saidi menjadi Sekretaris Jendral Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara.
Pada tahun 1974-1976, Ridwan Saidi menjadi Ketua Umum PB HMI.
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Dalam perkembangannya kemudian, Ridwan Saidi berkecimpung ke kelompok partai dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan pada tahun 1977-1982 dan 1982-1987.
Di bangku parlemen, Ridwan sempat menduduki kursi Wakil Ketua Komisi APBN (1977-1978) dan setelah itu dia konsisten menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X yang membidang lingkungan hidup dan ilmu pengetahuan sejak 1978-1987.
Usai jabatannya di DPR berakhir, pada tahun 1995 hingga tahun 2003, Ridwan menjadi Ketua Umum Partai Masyumi Baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/arkeolog-sumsel-bukan-kali-pertama-4-tahun-silam-ridwan-saidi-juga-bikin-onar-tentang-sriwijaya.jpg)