Breaking News:

berita Ogan Ilir

Wisatawan Malaysia dan Singapura Kepincut 'Oleh-oleh' Tikar Purun dari Burai

"Perkenalkan kami dari komunitas Purwani. Anggota 17 orang, tapi yang paling aktif ada empat orang,"

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung
Emak-emak Desa Burai yang tergabung dalam komunitas Purun Warna-warni (Purwani) memamerkan aksesoris tikar purun hasil kreasi mereka, Sabtu (9/10/2021) 

SRIPOKU.COM, INDARALAYA - kerajinan tangan tikar purun Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), diminati wisatawan lokal hingga Internasional

Di desa yang masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 ini, belasan ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Purun Warna-warni (Purwani), menghasilkan karya seni yang bernilai lebih dari selembar tikar purun.

"Perkenalkan kami dari komunitas Purwani. Anggota 17 orang, tapi yang paling aktif ada empat orang," kata Ketua Purwani, Rosita saat ditemui di Desa Burai, Sabtu (9/10/2021).

Komunitas ini terbentuk setelah tahun 2019 lalu mengikuti pelatihan kreasi karya seni di Medan, Sumatera Utara.

Setelah mengikuti dua kali pelatihan, emak-emak Desa Burai ini kembali ke kampung halaman dan membuat karya seni yang lain dari biasanya.

"Sejak dua tahun lalu, kami membuat tikar purun ini harus beda dan menarik. Kami buatlah aksesoris," tutur Rosita.

Ada bermacam-macam aksesoris yang dibuat Rosita dan para anggota Purwani.

Diantaranya tas, keranjang belanja, dompet, kotak tisu, gantungan kunci, sandal jepit, tanjak, tatakan gelas dan lain-lain.

Butuh satu dua hari untuk menyelesaikan pembuatan sebuah aksesoris.

Ini terutama tergantung pada besar-kecilnya per item aksesoris tersebut.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved