Breaking News:

Kapolda Sumsel Komitmen Berantas Kegiatan Tambang Ilegal, Buru Dalang Ilegal Drilling Muba

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menjadikan pemberatasan tambang ilegal sebagai program kerja pribadi.Karena merugikan negara dan lingkungan

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/Humas Polda Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH didampingi Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Toni Harmanto berkomitmen akan melakukan pemberantasan tambang-tambang ilegal di Provinsi Sumsel. 

Mantan Kapolda Sumbar ini menegaskan, pemberantasan tambang ilegal merupakan program kerja dirinya. Dia katakan, tambang ilegal, baik batubara, minyak, dan emas sangat merugikan negara jika dikelola oleh orang yang tidak kompeten dan tanpa izin. 

Sebagai bukti keseriusannya dalam memberantas tambang ilegal, pekan lalu Polda Sumsel bersama TNI dan instansi terkait berhasil menertibkan sekitar 1.000 tambang minyak ilegal atau ilegal drilling di Kecamatan Bayung Lencir Musi Banyuasin. 

" Tambang ilegal ini berdampak pada lingkungan hidup sangat luar biasa. Banyak kerusakan ditimbulkan oleh aktivitas penambang ilegal," katanya, Jumat (8/10/2021).

Kapolda menyebutkan, aktivitas eksplorasi hasil bumi oleh penambang ilegal, nantinya  akan ditinggalkan begitu saja dan tidak akan ada upaya  untuk memulihkan wilayah tambang yang sudah digali. Hal ini tentunya berdampak pada rusaknya kawasan.

Berbeda dengan kegiatan penambangan yang resmi dan kompeten, penambang yang sah memikirkan  dampak pasca eksplorasi.

Jendral Polisi Bintang Dua ini membenarkan, bahwa penambangan minyak ilegal di Muba sampai saat ini belum sepenuhnya ditutup.

Namun pihaknya berusaha mencari solusi untuk mengatasi persoalan tambang ilegal. Karena menyangkut  dampak  lingkungan dan kerugian negara, secara langsung juga terkait permasalahan sosial dari masyarakat setempat.

"Para tersangka merupakan bagian masyarakat di sana. Mereka terpaksa, bekerja di tambang karena tidak ada pekerjaan. Yang perlu kita pikirkan bagaimana cara memberdayakan mereka," jelas Toni, terkait kasus illegal drilling di Muba.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhany menambahkan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman kasus ilegal drilling di Bayung Lencir Muba.  Polda Sumsel menduga, kasus ilegal drilling ini dibekingi oleh para donatur. 

Maka itu, pihaknya akan terus memburu siapa dalang ilegal drilling di Muba. Terlebih, dari pengakuan para tersangka untuk tiga lubang sumur minyak ilegal pekerja mendapat anggaran Rp 100 juta. 

"Terkait siap dalangnya pasti akan kita kejar, nanti akan kita dalami sampai ketemu siapa donaturnya," ungkapnya.  (Oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved