Breaking News:

Berita Palembang

Prof Yuwono Khawatir Dokter Berlomba-lomba Cari Duit : Hanya Orang Kaya yang Mampu Sekolah Dokter

"Saya khawatir, setelah jadi dokter, mereka berlomba cari duit utk mengembalikan investasi yg hampir 750 juta (12 semester)," tulisnya.

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
capture/Youtube/Majelis Pecinta Quran
Ahli Mikrobiologi Profesor (Prof). Dr. dr. Yuwono, M. Biomed 

SRIPOKU.COM - Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono menyampaikan pandangannya soal biaya mahal untuk menjadi seorang dokter.

Sehingga ia berpendapat relatif orang kaya saja yang bisa menjadi seorang dokter.

Ia pun memberikan saran kepada pemerintah, sehingga anak-anak yang tidak mampu tapi diberikan kepintaran supaya bisa juga kuliah dan menjadi seorang dokter. 

Dikutip dari akun Instagram miliknya @profyuwono, ia membeberkan biaya mahal untuk menjadi seorang dokter.

Melalui foto yang diunggahnya Prof Yuwono membandingkan mengambil gelar sarjana dari fakultas lainnya dengan fakultas kedokteran.

Terindikasi Kebal Vaksin, Prof Yuwono Sebut Varian Mu Tak Lebih Bahaya dari Delta, Ini Alasannya

Di dalam foto tersebut untuk meraih gelar S1 di Fakukltas Teknik dengan biaya Rp 9.120.00.

Namun beda saat seorang mahasiswa kuliah di Fakultas Kedokteran total selama 12 semester menghabiskan dana sekitar Rp 750 juta.

Prof Yuwono pun merincikan dana tersebut.

Dimana menurut dia, pihak kampus menetapkan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp 200 juta ketika masuk.

BioSaliva, Deteksi Covid-19 Dengan Metode Kumur, Prof Yuwono Sebut Lebih Efektif dari Swab Antigen

Lalu, biaya preklinik Rp 30 juta per semester dan biaya klinik Rp 45 juta per semester.

"ONGKOS JADI DOKTER Relatif hanya orang kaya yg mampu sekolah dokter. Investasi mendidik seorang utk jadi dokter memang tidak murah," tulis Prof Yuwono, Rabu (6/10/2021).

Ia berharap pemerintah bisa membiayai 50 hingga 100 persen untuk bisa kuliah di Fakultas Kedokteran.

Supaya anak-anak cerdas, bertalenta namun miskin bisa menjadi seorang dokter yang berakhlak cerdas dan gemar menolong.

Sehingga dokter yang dihasilnya tidak berlomba-lomba cuma mencari duit untuk mengembalikan investasi mereka yang besar.

"Saya khawatir, setelah jadi dokter, mereka berlomba cari duit utk mengembalikan investasi yg hampir 750 juta (12 semester)," tulisnya.

BioSaliva, Deteksi Covid-19 Dengan Metode Kumur, Prof Yuwono Sebut Lebih Efektif dari Swab Antigen

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved