G30S PKI
TERUNGKAP Negara Ini Pasok Ribuan Senjata Api untuk Pemberontakan G30S PKI:Modus Material Bangunan
Ia juga yang mengungkap negara pemasok ribuan senjata api untuk pemberontakan G30S PKI.
Badan Keamanan Rakyat terbentuk lima hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, yaitu pada 22 Agustus 1945.
Di hari itu, berita proklamasi baru sampai di telinga pemuda di Riau.
Residen Riau pun menghubungi Hasan Basri, kawan dekat D.I. Pandjaitan, agar turut membentuk BKR juga di Riau.
Tanpa menunggu lama, Pandjaitan bersama para pemuda lainnya pun bergabung dalam BKR di Riau. Dalam BKR, Pandjaitan dipercaya menjadi kepala urusan Latihan.
Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
Beberapa bulan kemudian, setelah TKR diresmikan, Pandjaitan menjabat sebagai Komandan Batalyon di Resimen IV Riau berpangkat Mayor.
Pada akhir 1945, ia diangkat menjadi Kepala Pertahanan Kota Pekanbaru.
Pada 1948, ia menjadi Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng di Bukittinggi.
Sewaktu Belanda melancarkan aksi Agresi Militer Belanda II, Pandjaitan diangkat menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Kemudian, setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda, Pandjaitan diangkat menjadi Kepala Staf Operasi Tentara dan Teritorium (T&T) I Bukit Barisan di Medan.
Prestasi
Pada 1956, Pandjaitan mengikuti kursus militer Atase (Milat) atau sebuah jabatan di lingkungan kedutaan besar suatu negara.
Ia ditugaskan menjadi Atase Militer RI di Bonn, Jerman Barat. Ketika jabatannya berakhir, ia pun kembali ke Indonesia.
Beberapa tahun kemudian, 1962, Pandjaitan ditunjuk menjadi Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad).
Saat menjabat sebagai Asisten IV Men/Pangad, ia mencatat prestasi sendiri.
Pandjaitan berhasil membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Partai Komunis Indonesia (PKI).