Breaking News:

Berita Pagaralam

Pemerintah Bangun Jalur Alternatif Pagaralam - Lahat, Solusi Jika Jalur Utama Longsor

Untuk mengatasi terjadi tanah longsor dijalur utama Pagaralam-Lahat yaitu Liku Endikat dan Lematang Indah.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak kondisi jalan alternatif baru penghubung Kota Pagaralam-Kabupatan Lahat dari Simpang Mbacang menuju Kecamatan Kota Agung. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Untuk mengatasi terjadi tanah longsor dijalur utama Pagaralam-Lahat yaitu Liku Endikat dan Lematang Indah.

Pemerintah membangun jalur alternatif baru dari Simpang Mbacang menuju Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat.

Jalur ini merupakan jalur alternatif kedua setelah Simbang Mbacang menuju Kota Lahat.

Jalur ini dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat Pagaralam.

Pasalnya, jika jalur utama Pagaralam - Lahat longsor seperti di Liku Endikat dan Lematang Indah maka kendaraan bisa melewati jalur tersebut.

Pantauan sripoku.com, Sabtu (25/9/2021) menyebutkan, saat ini kondisi pembangunan jalan tersebut mulai dilakukan.

Bahkan sebagian jalan sudah dilakukan pengaspalan.

Ismanto (64) warga Pagaralam mengatakan, jika jalan alternatif ini mulai berfungsi nanti dipastikan masyarakat Pagaralam akan sangat terbantu.

"Jalan alternatif ini selain bisa menjadi solusi jalur alternatif jika jalur utama longsor atau putus. Jalur ini juga nantinya akan banyak digunakan karena mempersingkat waktu jika kita hendak ke Lahat," ujarnya.

Baca juga: Satgas Sebut Tempat Wisata di Pagaralam Boleh Beroperasi, Update Virus Corona di Pagaralam

Tidak hanya itu, nantinya jalur ini juga akan banyak dilalui kendaraan pribadi.

Karena jalurnya singkat dan tidak banyak tikungan.

"Jalur ini memotong jalur Liku Lematang dan Liku Endikat. Jadi jika melawati jalur ini dua kawasan itu tidak akan dilewati," katanya.

Sementara itu Supri (41) warga Desa Sumber Karya Kecamatan Gumay Ulu mengatakan, jika jalur ini nanti dibuka maka perekonomian dikawasan Kecamatan Gumay Ulu khususnya Desa Sumber Karya akan meningkat.

"Akan banyak orang melintas jadi kami bisa membuat usaha pak. Jadi nantinya kami tidak hanya mengandalkan hasil perkebunan saja namun bisa mendapat penghasilan lain," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved