Berita Selebriti

Buntut Pengakuan Krisdayanti Bongkar Gaji Anggota DPR, Ahmad Sahroni: Tidak Semua Masuk Kantong

Niat Krisdayanti terbuka soal apa yang didapatnya saat menjadi anggota DPR rupanya tak bisa diterima begitu saja oleh banyak pihak.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Fadhila Rahma
Instagram/krisdayantilemos
Krisdayanti 

SRIPOKU.COM - Buntut pengakuan Krisdayanti setelah membongkar gaji anggota DPR RI yang menjadi sorotan publik.

Niat Krisdayanti terbuka soal apa yang didapatnya saat menjadi anggota DPR rupanya tak bisa diterima begitu saja oleh banyak pihak.

Sebagai anggota DPR RI Fraksi PDIP, dalam tayangan YouTube Akbar Faizal Uncensored, Krisdayanti menyebutkan tentang pendapatannya sebagai anggota dewan.

Dia menyebut bahwa, setiap bulan ia menerima gaji pokok Rp 16 juta dan uang tunjangan Rp 59 juta serta dana aspirasi kisaran Rp 450 juta yang diterima lima kali dalam setahun.

Buntut dari pernyataan Krisdayanti tersebut muncullah berbagai pernyataan yang mengkritik jumlah gaji Anggota DPR selama ini.

Baca juga: Klarifikasi Krisdayanti Soal Pernyataannya Terkait Gaji Anggota DPR, Anang: DPR Itu Enak Juga, Tapi

Baca juga: Kadung Ngomong akan Dilamar Brondong, Oki Setiana Dewi Malah Beri Kabar Buruk soal Acara Ria Ricis

Baca juga: 30 Menit Sembunyi di WC, Mantri Marselinus Ola Atanila: Kami Dihadang KKB Kiri Kanan Depan Belakang

Krisdayanti seusai pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019 - 2024 pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2019) pagi.
Krisdayanti seusai pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019 - 2024 pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2019) pagi. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan penjelasannya.

Sahroni bilang, dana tersebut tidak serta merta masuk ke pribadi anggota, namun harus digunakan untuk menyerap aspirasi rakyat.

"Terkait ramai soal gaji anggota dewan ini, perlu diingat bahwa uang tersebut tidak semuanya langsung masuk ke kantong anggota."

"Ada banyak tanggung jawab kita sebagai anggota dewan untuk menggunakan uang tersebut, seperti untuk dana aspirasi, bertemu masyarakat, dan lain-lain."

"Dan ini juga ada pertanggungjawabannya nanti ke negara. Ini yang perlu diluruskan," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

Selanjutnya, sebagai anggota legislatif Sahroni juga menjelaskan bahwa dirinya lebih banyak mengalokasikan gaji dan tunjungan untuk berbagai program dan kegiatan sosialnya di Ahmad Sahroni Center.

"Saya terus terang lupa persisnya berapa gaji di DPR, karena dari awal saya nggak pernah ambil. Langsung masuk semua ke program di Ahmad Sahroni Center untuk dikembalikan kembali ke masyarakat," ujarnya.

"Jadi memang banyak dari kami yang bahkan mengeluarkan dana yang jauh lebih besar dari yang diberi negara untuk kepentingan konstituen, alhamdulillah memang ada rezeki lebih."

"Jadi tidak ada salahnya membantu sesama. Tidak sedikit teman-teman DPR yang begitu. Jadi jangan dilihat dari 1-2 orang saja," pungkasnya.

Klarifikasi Krisdayanti

Buntut pernyataannya saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Krisdayanti dipanggil Fraksi PDI Perjuangan, Kamis (16/9/2021).

Mengutip Wartakota, dalam pertemuan tersebut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR, Utut Adianto memberikan pengarahan terhadap Krisdayanti.

Utut memperingatkan agar istri Raul Lemos itu tidak membuat pernyataan yang memicu kegaduhan.

Seperti diketahui, pengakuan Krisdayanti mengenai gajinya sebagai wakil rakyat menuai pro dan kontra di masyarakat.

Pernyataan tersebut memunculkan kritikan publik terkait kinerja para anggota DPR.

Utut menambahkan, ibu empat anak telah menyampaikan permohonan maafnya.

Dilansir Kompas.com, Krisdayanti menjelaskan dana reses bukanlah untuk pribadi.

Dana tersebut digunakan untuk kegiatan reses guna menyerap aspirasi rakyat di daerah pemilihan.

"Anggaran tersebut wajib dipergunakan oleh anggota DPR dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk menyerap aspirasi rakyat,” tulis Krisdayanti melalui siaran pers belum lama ini.

Kemudian, apsirasi ini disalurkan anggota DPR dalam bentuk kerja legislasi.

Hal itu sesuai dengan fungsi DPR yang diamanatkan oleh konstitusi.

"Aspirasi ini yang kemudian disalurkan anggota DPR dalam bentuk kerja-kerja legislasi, pengawasan dan anggaran, sebagaimana fungsi DPR RI yang diamanatkan konstitusi,” tambahnya.

Pada pelaksanaan di lapangan, dana reses digunakan untuk membiayai berbagai hal teknis kegiatan menyerap aspirasi masyarakat.

"Bentuk kegiatan banyak juga merupakan usulan dari masyarakat."

"Mulai dari pertemuan biasa masyarakat dengan anggota DPR, sampai kegiatan-kegiatan tertentu yang menjadi kebutuhan masyarakat," kata Krisdayanti.

Penyayi Krisdayanti (KD) memberikan klarifikasinya terkait pernyataannya soal gaji DPR RI belum lama ini. (Instagram @krisdayantilemos)
Penyayi Krisdayanti (KD) memberikan klarifikasinya terkait pernyataannya soal gaji DPR RI belum lama ini. (Instagram @krisdayantilemos) ()

Menurut Krisdayanti, dana reses ini pada akhirnya kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk yang lain.

"Jadi dana reses yang berasal dari rakyat ini pada akhirnya kembali lagi ke rakyat dalam berbagai bentuk kegiatan,” tambah Krisdayanti.

Hingga berita ini diturunkan, Krisdayanti hanya memberikan klarifikasi melalui siaran persn dan belum dapat dimintai keterangan langsung.

Sebagai informasi, Krisdayanti menjabat sebagai anggota Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan dan ketenagakerjaan untuk periode 2019-2024.

Diberitakan sebelumnya, Krisdayanti blak-blakan membongkar gajinya sebagai anggota DPR.

Krisdayanti mengaku menerima gaji pokok sebagai anggota DPR sebesar Rp 16 juta per bulan.

Namun, banyak uang tunjangan yang diterima Krisdayanti setiap bulan.

Setiap tanggal 1, Krisdayanti mengaku menerima gaji pokok sebesar Rp 16 juta.

Selanjutnya setiap 5, wanita 46 tahun tersebut kembali menerima uang Rp 59 juta.

Tak sampai di situ, Krisdayanti masih menerima dana aspirasi yang wajib diberikan ke setiap anggota DPR.

Dana aspirasi ini adalah uang dari negara yang wajib diterima setiap anggota DPR, termasuk Krisdayanti.

Nilai dana aspirasi yang diterima Krisdayanti sebesar Rp 450 juta.

Dana aspirasi itu diterima Krisdayanti sebanyak lima kali dalam setahun.

Sementara untuk kunjungan dapil, Krisdayanti menerima uang Rp 140 juta sebanyak delapan kali dalam setahun.

Anang: DPR Itu Enak Juga, Tapi

Mantan suami sang diva, Anang Hermansyah juga pernah menjadi anggota DPR RI.

Lewat video di kanal Youtube Uya Kuya TV yang dibagikan pada (14/9/2021), Anang Hermansyah pun membicarakan soal pengalamannya menjadi anggota dewan.

Tangkapan layar youtube Uya Kuya TV
Anang Hermansyah dihipnotis Uya Kuya
Tangkapan layar youtube Uya Kuya TV Anang Hermansyah dihipnotis Uya Kuya ()

Dalam video tersebut, Anang Hermansyah terlihat sedang berada di bahwa hipnotis Uya Kuya.

"Apa sih yang membuat mas Anang gak lanjut di politik?" tanya Uya Kuya.

Suami Ashanty ini tak menampik jika bekerja menjadi anggota dewan memang ada sisi baiknya.

Meski tak mengungkap secara detail sisi kelam anggota dewan, namun Anang Hermansyah berujar apabila tidak hati-hati, maka bisa saja dia tergelincir saat menjabat.

"Ya gimana ya di DPR itu enak juga, tapi kalau gak kuat-kuat bisa tergelincir," tuturnya.

Lalu rupanya rasa penasaran Uya Kuya tentang pengalaman Anang Hermansyah menjadi anggota DPR cukup besar.

Suami Astrid Kuya itu kemudian bertanya apakah Anang Hermansyah pernah korupsi.

Dengan tegas ayah Aurel Hermansyah itu mengaku tidak pernah korupsi.

Hal itu dikarenakan Anang Hermansyah merasa kasihan kepada rakyat.

"Mas Anang pernah korupsi gak selama jadi anggota DPR?" tanya Uya Kuya kembali.

"Paling takut aku, duitnya rakyat kasihan, kan aku udah dibayar rakyat," pungkas Anang Hermansyah.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved