Berita OKI

Waspada, Hingga Agustus 2021 Puluhan Rumah Terbakar di Kabupaten OKI, Ini Nomor Telepon Damkar OKI

Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat, sudah 30 rumah terbakar karena bencana kebakaran sepanjang Januari

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/NANDO
Kebakaran sebuah rumah permanen yang berada di komplek perumahan DPRD OKI, Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kamis (29/7/2021) silam. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat, sudah 30 rumah terbakar karena bencana kebakaran sepanjang Januari - Agustus 2021 ini.

Mayoritas api disebabkan karena korsleting arus listrik, dan yang belum diketahui ada 5 kasus.

"Dari jumlah tersebut 21 rumah diantaranya berhasil dipadamkan karena TKP-nya masih bisa terjangkau oleh kita, sedangkan 9 rumah ludes terbakar akibat lokasi yang sulit dijangkau," ujar Kepala bidang Damkar OKI, Ajisman saat dikonfirmasi, Jum'at (17/9/2021) siang.

Ia menjelaskan, lokasi yang sulit terjangkau seperti daerah Kecamatan Tugu Mulyo yang membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih dalam perjalanan dan juga daerah perairan Tulung Selapan maupun Pangkalan Lampam.

"Untuk Kecamatan yang mudah dijangkau  seperti di daerah Kayuagung, Sirau Pulau  Padang, Pedamaran, Tanjung Lubuk. Bagi lokasi yang sulit dijangkau, kita akan berusaha secepat mungkin untuk sampai ke tujuan," bebernya.

Ia mengatakan, rata-rata insiden kebakaran yang terjadi disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik. 

Salah satu contohnya yakni menimpa rumah salah seorang warga di Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran pada, Selasa (31/8/2021) lalu.

Kemudian kebakaran yang terjadi di SP Padang beberapa waktu lalu berasal dari meteran listrik.

Terbaru di Komplek DPR  Kayuagung Kamis (29/7/2021) lalu yang juga disebabkan oleh korsleting listrik.

Baca juga: Korban Kebakaran di Pemulutan Minta Dibangunkan Rumah, Ini Jawaban Dinas Perkim Ogan Ilir

Diimbau bagi masyarakat, sebisa mungkin colokan listrik jangan dibiasakan lama melekat, karena dapat menyebabkan korsleting.

"Biasanya kalau sudah konslet arus listrik akan memakan plastik colokannya dan kalau ada yang jatuh bisa saja terkena kain, sehingga membuat api menjalar,"

"Jika mengetahui terjadi korslet, segera untuk mematikan NCB-nya. Terutama kalau rumah ditinggalkan harus dalam keadaan listrik padam," beber dia.

Perlu diketahui, bagi warga yang mengharapkan bantuan pemadaman dapat menghubungi ke nomor darurat 0811-7832-100.

"Ketika ada warga, perangkat desa, atau kepolisian yang menelpon, maka kami akan langsung menurunkan petugas dan peralatan ke lokasi," tutupnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved