Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Korban Kebakaran di Pemulutan Minta Dibangunkan Rumah, Ini Jawaban Dinas Perkim Ogan Ilir

Kebakaran pemukiman warga yang kerap melanda wilayah Pemulutan dan daerah kecamatan lain di Ogan Ilir, membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Kebakaran melanda pemukiman warga di wilayah Desa Ibul Besar II, Kecamatan Pemulutan yang meluluhlantakkan 9 unit rumah, pada Jumat (10/9/2021) lalu. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Kebakaran pemukiman warga yang kerap melanda wilayah Pemulutan dan daerah kecamatan lain di Ogan Ilir, membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal. 

Terakhir, kebakaran melanda pemukiman warga di wilayah Desa Ibul Besar II, Kecamatan Pemulutan yang meluluhlantakkan 9 unit rumah, pada Jumat (10/9/2021) lalu. 

Korban kebakaran terutama warga miskin menaruh harapan besar pada pemerintah agar tempat tinggal mereka dibangun kembali. 

"Kami butuh tempat berteduh, ala kadarnya juga tidak apa. Harapannya semoga pemerintah bisa bantu," kata Rois, seorang warga korban kebakaran di Ibul Besar II, Jumat (19/9/2021). 

Menanggapi permintaan korban kebakaran ini, Pemkab Ogan Ilir melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) mengatakan, bantuan berupa pembangunan maupun bedah rumah dikhususkan untuk korban bencana alam. 

"Bantuan yang diberikan untuk kepada warga korban kebakaran, itu untuk yang terdampak bencana alam seperti kebakaran lahan. Kalau kebakaran rumah karena kelalaian manusia, itu bukan tanggung jawab kami," kata Kepala Dinas Perkim Ogan Ilir, Yusriani Emiyati diwawancarai terpisah. 

Ketentuan ini berdasarkan Permen PUPR Nomor 29 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. 

Baca juga: Kondisi Mayat Perempuan di Pemulutan Barat Ogan Ilir, Ada Luka di Leher, Polisi Turun Tangan

Sehingga kebakaran rumah akibat kelalaian manusia, tidak temasuk kategori bencana alam. 

"Bedanya kalau kebakaran lahan itu disebabkan oleh alam, bisa jadi angin, bisa jadi gesekan tanah panas," jelas Yusriani. 

"Tapi ketika kebakaran rumah akibat korsleting listrik misalnya, terus yang kemarin karena anak-anak bermain kayu bakar, itu dianggap kelalaian manusia," imbuhnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved