Breaking News:

JPU Sebut Proses Lelang Tak Dilaksanakan, Kuasa Hukum Eddy Hermanto Beberkan Bukti Dokumen

JPU Kejati Sumsel menyimpulkan tidak ada proses lelang dalam pembangunan Masjid Sriwijaya. Kuasa Hukum Eddy Hermantomenunjukan bukti dokumen

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/Chairul Nisyah
Tim kuasa hukum terdakwa Eddy Hermanto, Nurmala SH MH saat diwawancara di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa(14/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya di Pengadilan Tipikor Palembang masih berlangsung hingga pukul 19.00, Selasa (14/9/2021). 

Dalam sidang beragenda mendengarkan keterangan saksi,  JPU Kajati Sumsel menyimpulkan bahwasanya proses lelang pada  Pembangunan Masjid Sriwijaya, prosesnya tidak dilaksanakan oleh pihak panitia devisi lelang masjid.

"Jadi point yang kita tangkap dari keterangan saksi ini, mereka hanya menandatangani dokumen lelang tanpa tahu isinya. Lelang ini juga disebut lelang-lelangan, yang mana proses lelang tidak dilaksanakan namun dibuat seolah ada," ujar JPU M Naimullah saat diwawancarai awak media, Selasa (14/9/2021).

Sementara itu, menyinggung pernyataan lelang  tidak dilaksanakan, tim kuasa hukum terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin menegaskan bahwa pihaknya tidak sependapat.

Karena ada bukti dokumen yang ditandatangani oleh saksi Aminudin dan Burkiani selaku Wakil Ketua Lelang Masjid Sriwijaya dan Anggota Devisi Pengadaan Masjid Sriwijaya.

"Dipersidangan tadikan  jelas jika ada dokumen-dokumen yang ditandatangani oleh kedua saksi. Tanda tangan itu menyatakan bahwasanya lelang benar-benar dilaksanakan," ujar Nurmala yang diwawancarai disela jam istrahat sidang, Selasa (14/9/2021).

Dia juga menerangkan soal pembayaran fisik bangunan Masjid Sriwijaya yang mencapai 19 persen sudah sesuai kontrak yang tertulis

"Pembayaran fisik bangunan Masjid Sriwijaya yang mencapai 19 persen sudah sesuai dengan kontrak. Mengenai soal lelang memang ada proses sayembara karena itu basic desain yang bisa dijadikan dokumen lelang," ujar Nurmalah.

Menurutnya yang harus diluruskan soal lelang tersebut, itu bukan urusan kliennya selaku ketua panitia pembangunan Masjid Sriwijaya.

Selaku kuasa hukum terdakwa Eddy Hermanto, Nurmala menegaskan bahwa selama persidangan dan selama belasan saksi dihadirkan tidak satupun yang menyebutkan jika terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 116 miliar.

"Sepanjang sidang, tidak satupun saksi menyebutkan terdakwa menyebabkan kerugian negara. Itu yang paling penting," ujar Nurmala kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved