Breaking News:

Berita Prabumulih

Buntut Tewasnya Santri Pondok Pesantren, Polisi Periksa Tenaga Medis Rumah Sakit

Kasus dugaan penganiayaan santri inisial KLA (13 tahun) oleh seniornya di Pondok Pesantren Al Furqon, terus didalami penyidik Satreskrim Polres Prabum

Editor: RM. Resha A.U
HO/SRIPO
Ibu dan bibi korban ketika melapor ke SPKT Polres Prabumulih, Selasa (7/9/2021) 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kasus dugaan penganiayaan santri inisial KLA (13 tahun) oleh seniornya di Pondok Pesantren Al Furqon, terus didalami penyidik Satreskrim Polres Prabumulih.

Bahkan jajaran Satreskrim Polres Prabumulih masih melakukan pemeriksaan terhadap dokter dan tenaga medis yang merawat korban saat di rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Jailili SH MH ketika diwawancarai wartawan diruang kerjanya, Senin (13/9/2021).

"Saat ini kasus ini masih kami terus dalami, hari ini kita akan periksa dokter dan perawat yang merawat korban ketika sakit di rumah sakit," ungkap Jailili SH MH kepada wartawan.

Kasat Reskrim menuturkan, setelah memintai keterangan para tenaga medus itu pihaknya nanti akan dapat menyimpulkan apa penyebab korban meninggal dunia.

"Kita akan dalami saat korban dirawat di rumah sakit, termasuk nantinya juga apa penyebab korban meninggal dunia akan didalami," tuturnya.

Pria yang pernah bertugas di Polres OKI  ini menjelaskan, dalam penanganan kasus tersebut pihaknya melibatkan pembimbing kemasyarakatan (PK) dari Balai Pemasyarakatan atau Bapas karena melibatkan anak dibawah umur.

"Perkara ini melibatkan anak-anak, makanya dalam pemeriksaan kita akan melibatkan Bapas, begitu sesuai aturan," jelasnya.

Baca juga: Update Santri di Prabumulih Tewas Dianiaya, Senior Korban Dijerat Undang-undang Perlindungan Anak

Diberitakan sebelumnya, seorang santri pondok pesantren Al Furqon kota Prabumulih berinisial KLA (13 tahun) tewas di RS AR Bunda Prabumulih.

Korban meninggal diduga akibat dianiaya oleh kakak tingkatnya.

Hal itu terungkap setelah ibu korban bernama Masnita Ria (48 tahun) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Prabumulih untuk melaporkan penganiayaan terhadap anaknya hingga tewas itu, pada Selasa (7/9/2021).

Warga Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir mengungkapkan, anaknya sempat dirawat dua hari di rumah sakit AR Bunda kota Prabumulih namun menghembuskan nafas terakhir pada Senin (6/9/2021) malam karena luka parah diderita. (eds/TS)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved