Profil Sri Mulyani, Menteri Jokowi yang Berani Tagih Utang 3 Anak Presiden Soeharto

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat tugas untuk menagih piutang debitur yang belum melunasi kewajiban terhadap pemerintah.

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
Warta Kota
Menteri keuangan, Sri Mulyani 

SRIPOKU.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat tugas untuk menagih piutang debitur yang belum melunasi kewajiban terhadap pemerintah.

Namun beberapa pihak yang dikejart Sri Mulyani merupakan keluarga dari Cendana.

Utang-utang itu melibatkan tiga orang anak dari Presiden kedua Indonesia yakni Soeharto.

Utang itu juga merupakan sisa warisan dari era Orde Baru sehingga proses pelunasannya masih terkatung-katung.

Tiga anak Presiden Soeharto yang memiliki utang tersebut yakni Bambang Trihatmodjo, Tommy Soeharto, Tutut Soeharto.

Utang Bambang Trihatmodjo berawal dari penyelenggaraan SEA Games XIX pada tahun 1997.

Putra Soeharto itu terlibat di dalamnya, yang saat itu menjadi ketua konsorsium swasta yang ditunjuk pemerintah Orde Baru menjadi penyelenggara kegiatan tersebut.

Namun saat itu konsurium kekurangan dana, sehingga ditalangi oleh pemerintah sebesar Rp 35 miliar.

Dana talangan itulah yang menjadi utang yang terus ditagih pemerintah.

Sementa itu utang Tommy Soeharto sebesar Rp 2,6 triliun.

Perusahaan Tommy Soeharto itu dibentuk dalam rangka proyek mobil nasional (mobnas).

PT Timor Putra Nasional beroperasi pada kurun waktu tahun 1996 sampai tahun 2000. Perusahaan ikut terhempas krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998.

Perusahaan yang sahamnya dimiliki Tommy Soeharto ini lahir setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional yang diteken Presiden Soeharto.

Sedangkan yang terakhir yakni Tutut Soeharto.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved