Breaking News:

Mimbar Jumat

Transaksi Sesuai Syariah di Era Digital? Mengapa Tidak

Perkembangan yang disebabkan sains dan teknologi terbukti telah menimbulkan dampak paling besar terhadap kehidupan manusia...

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Dr. M. Rusydi, M.Ag Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang 

Perkembangan merupakan sunatullah.

Dari sekian banyak perkembangan dalam sejarah, perkembangan yang disebabkan sains dan teknologi terbukti telah menimbulkan dampak paling besar terhadap kehidupan manusia termasuk terhadap kegiatan ekonomi dan bisnis khususnya tata cara perdagangan melalui transaksi elektronik.

Terlebih lagi kondisi pandemic saat ini “memaksa” bukan sekdar Gerakan Non Tunai −karena keharusan menjaga jarak dan menghindari sentuhan− tetapi juga memarakkan transaksi jual beli online yang menjadi Issue utama tulisan ini.

Syariah bagi seorang Muslim
Dalam Islam, praktis tidak ada segi kehidupan manusia yang tidak tersentuh hukum.

Walaupun jika dibandingkan dengan ajaran Yahudi ortodoks, regulasi yang ditetapkan dalam al-Qur`an sebenarnya lebih sedikit yang mengatur perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Namun di mata Barat, Islam tampak seperti “agama hukum”.

Sebab Islam memang ingin membentuk dan mengatur seluruh jalur kehidupan sehari-hari penganutnya.

Ke manapun seorang Muslim melangkah dan dalam aktivitas apapun, baik bersifat material maupun spiritual, individu atau sosial, gagasan atau operasional, keagamaan atau politis, ekonomis ataupun moral, (hukum) Islam selalu menyertainya.

Dalam hukum Islam dikenal kaidah “La Yunkiru Tagayyur Al-Ahkam Bitagayyur Al-Azman wa Al-Ahwal”(tidak diingkari berubahnya sebuah hukum disebabkan karena berubanhya za-man dan keadaan).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved