Breaking News:

Berita Muratara

Kapasitas 200 Orang, Lapas Kelas III Surulangun Rawas di Kabupaten Muratara Saat Ini Dihuni 290 Napi

Kepala Lapas Kelas III Surulangun Rawas, Indra Yudha menyebut jumlah tersebut sudah over capacity atau melebihi kapasitas Lapas

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/Rahmat Aizullah
Jumlah napi di Lapas Kelas III Surulangun Rawas di Kabupaten Musi Rawas Utara saat ini sebanyak 290 orang. Jumlah tersebut sudah melebihi kapasitas Lapas yang seharusnya 200 orang. 

Lapas Kelas III Surulangun Rawas di Muratara Kelebihan Kapasitas, Saat Ini Dihuni 290 Napi

SRIPOKU.COM, MURATARA - Warga binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Surulangun Rawas di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) saat ini sebanyak 290 orang.

Kepala Lapas Kelas III Surulangun Rawas, Indra Yudha menyebut jumlah tersebut sudah over capacity atau melebihi kapasitas Lapas yang seharusnya 200 orang.

"Jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) kita sekarang ada 290 orang. Sebenarnya Lapas kita ini hanya berkapasitas 200 orang," kata Indra Yudha, Jumat (10/9/2021). 

Yudha mengakui selain kelebihan kapasitas, Lapas Surulangun Rawas yang merupakan satu-satunya bangunan penjara di daerah ini juga sudah tua. 

Dia mengungkapkan pemerintah daerah setempat telah menghibahkan tanah seluas 3,8 hektare untuk pembangunan Lapas yang baru dengan kapasitas yang lebih banyak. 

Penyerahan sertifikat tanah hibah tersebut diberikan langsung Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni kepada Kepala Kanwil Kemhumham Sumsel Indro Purwoko di Palembang, pada 15 Maret 2021 lalu. 

"Nantinya direncanakan akan dibangun perkantoran, perumahan, gudang dan bangunan Lapas baru dengan kapasitas yang lebih besar dari yang ada saat ini," kata Yudha.

Saat disinggung soal kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Yudha mengaku akan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kejadian serupa terjadi di tempat mereka. 

Dia menambahkan satuan tugas keamanan dan ketertiban (Satgas Kamtib) Lapas Surulangun Rawas rutin melakukan razia barang-barang yang dilarang masuk ke dalam Lapas.

Seperti handphone (HP), narkoba, senjata tajam, korek api, kabel, tali serta barang-barang lain yang mengancam ketertiban di dalam Lapas. 

"Handphone sangat berbahaya, karena bisa digunakan untuk mengendalikan peredaran narkoba atau modus penipuan.

Terus kabel, korek api juga berbahaya, bisa menyebabkan kebakaran, tali juga bisa dipakai untuk memanjat tembok," jelas Yudha. (Rahmat Aizullah)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved