Berita Muba

Jangan Salah, Ini Beda Ikan Putak dengan Ikan Belida, Banyak Dijumpai Nelayan dan Pedagang di Muba

Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Trys Tomi, mengklarifikasi bahwa ikan tersebut merupakan bukanlah belida, melainkan jenis ikan putak.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
sripoku.com/fajeriramadhoni
Nelayan Sekayu ketika memperlihatkan ikan putak hasil memancing di Sungai Musi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Romadhon

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Ikan putak kerap disebut ikan belida lantaran ciri fisik yang hampir sama.

Tak heran banyak yang mengira, ikan tersebut banyak diperjualbelikan di sekitar jalan lintas Sekayu-Betung dengan cara diletakkan di dalam kantung berisi air oleh pedagang.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Trys Tomi, mengklarifikasi bahwa ikan tersebut merupakan bukanlah belida, melainkan jenis ikan putak.

Ada perbedaan ikan putak dengan ikan belida.

Bentuk fisiknya yang sama-sama berpunggung pisau membuat ikan putak sering dianggap ikan belida yang kini mulai langka.

"Kedua jenis ikan ini masih dalam jenis yang sama, namun bila dibandingkan lebih mendalam, terdapat perbedaan pada kedua jenis ikan ini.

Dari bentuk tubuhnya beda, kalau putak punggungnya lebih lurus, kalau belida seperti terilihat bungkuk," ujarnya, Jumat (3/9/2021).

Selain itu, ciri fisik lainnya yang begitu ketara yakni ikan putak ukurannya tidak besar atau relatif kecil. Kalau belida ukurannya bisa besar.

Langka dan Terancam Punah, Peraturan Kementerian KKP Larang Penangkapan dan Konsumsi Ikan Belida

"Ikan putak bercorak polos pada badannya. Sedangkan belida punya corak totol hitam di tubuhnya. Jadi sangat jelas perbedaannya," terangnya.

Lanjutnya, kedua jenis ikan ini termasuk ikan nokturnal atau aktif mencari makan pada malam hari, sehingga waktu yang tepat untuk mencari ikan ini ketika mendekati matahari terbenam hingga tengah malam.

Masyarakat juga sering memakai umpan yang biasa digunakan untuk memancing ikan ini adalah udang hidup.

"Ikan putak ini tidak dilindungi, saat ini populasinya cukup banyak di perairan Muba. Makanya banyak juga yang menjualnya dan itu tidak apa-apa," ungkapnya.

Pihaknya pun akan melakukan sosialisasi ke setiap kecamatan dan desa agar warga tidak menangkap belida. Hal ini dimaksudkan agar habitatnya terjaga sehingga populasinya meningkat.

"Rata-rata masyarakat juga paham perbedaan keduanya. Memang banyak yang menyangka ikan putak itu belida, padahal bukan. Jadi jangan salah," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved