Banjir di Palembang

'Saya Terobos Saja Banjir', Jalanan di Palembang Berubah Jadi 'Lautan'

Jalan Kapten Tendean tepatnya di sebelah kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) banjir, usai diguyur hujan deras, Rabu (1/8/2021). 

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Linda
Jalan Kapten A Rivai Palembang kebanjiran usai diguyur hujan deras, Rabu (1/9/2021) 

 SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jalan Kapten Tendean tepatnya di sebelah kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) banjir, usai diguyur hujan deras, Rabu (1/8/2021). 

Pengendara dihimbau untuk berhati-hati jika melwati kawasan ini. 

Sebab tidak hanya di Jalan Tendean, di Jalan Ade Irama dan Jalan Kapten A Rivai yang ada di depan Kantor Gubernur Sumsel pun banjir. 

Kondisi ini seperti sudah bertahun-tahun terjadi. Meskipun sudah dilakukan perbaikan saluran drainase, tapi masih saja banjir.

Dari pantauan Tribunsumsel.com, banjir cukup dalam yakni hampir sebatas lutut orang dewasa di Jalan Tendean. 

Namun masih ada saja pengendara mobil dan motor yang menerobos jalan tersebut walaupun dalam kondisi banjir.

"Saya terobos saja banjir, karena mau buru-buru pulang. Sebab sepertinya hujan ini awet (lama)," kata Evan salah satu pengendara yang melalui Jalan Tendean, Rabu (1/9/2021).

BREAKING NEWS : 3 Jam Diguyur Hujan Deras, Palembang Nyaris Tenggelam

Banjir yang terjadi di Jalan A.yani lorong Masa Jaya RT 029/RW 006 kelurahan 13 ulu kecamatan Seberang Ulu 2 , di belakang Universitas Muhammadiyah Palembang pasca hujan deras, Rabu (1/9/2021)
Banjir yang terjadi di Jalan A.yani lorong Masa Jaya RT 029/RW 006 kelurahan 13 ulu kecamatan Seberang Ulu 2 , di belakang Universitas Muhammadiyah Palembang pasca hujan deras, Rabu (1/9/2021) (SRIPOKU.COM / Rahmaliyah)

Tiga jam diguyur hujan deras membuat Kota Palembang nyaris tenggelam, Rabu (1/9/2021).

Sejumlah kawasan di Palembang terendam oleh banjir. Masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk pun harus merasakan jalanan lingkungan berubah menjadi lautan.

Bahkan, di kawasan Jalan A.yani lorong Masa Jaya RT 029/RW 006 kelurahan 13 ulu Kecamatan Seberang Ulu 2 , di belakang Universitas Muhammadiyah Palembang genangan air sudah mencapai lutut orang dewasa. 

Para pengendara motor yang melintas dan nekat menerobos banjir harus merelakan motornya mogok akibat terendam air.

Untuk sampai ke rumah warga harus mendorong motor yang mogok tersebut. 

Putra salah seorang warga setempat menceritakan jika lokasinya sering menjadi langganan banjir apalagi saat hujan deras.

"Hujan sebentar saja sudah banjir, ini sudah tiga jam banjir genangan airnya sudah selutut orang dewasa, " Katanya, Rabu (1/9/2021) 

Kondisi sekitar rumah Putra tak kalah ironi, meski berada di pusat Kota Provinsi namun lokasi rumahnya sering jadi langganan banjir. 

"Di sini kendala pada drainase kecil dan dangkal, jadi hujan deras sebentar saja pasti banjir, " Katanya. 

Genangan banjir yang muncul menjadi lokasi kolam renang anak-anak yang memanfaatkan genangan air untuk bermain bersama teman seumur mereka. Tak sedikit pula rumah yang juga turut kebanjiran (Linda/Rahmaliyah)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved