Merdeka, Fitrah Ajaran Islam
Sejak masa penjajahan Belanda & diteruskan oleh cengkraman Jepang; pekik Merdeka! membuktikan ketegasan kita untuk lepas dari segala bentuk penindasan
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Dengan kata lain, manusia yang baik adalah manusia yang mampu memberikan nilai positif kepada sesama.
Nilai positif inilah yang terangkum dalam nilai-nilai kemanusiaan atau humanisme yang dijunjung tinggi dalam arti kemerdekaan.
Jadi, Islam sebagai agama, menjamin hak kemerdekaan semua manusia.
Islam tidak memaksa umat agama lain untuk masuk dan memeluk agama Islam.
Islam juga tidak memaksakan konsep dan ajarannya untuk dilakukan oleh semua manusia.
Islam menjunjung tinggi konsep solidaritas al-ukhuwwah al-insaniyah yaitu konsep yang memandang bahwa semua manusia adalah bersaudara.
Fitrah Ajaran Islam
Pemerintahan Islam di kota Madinah yang didirikan oleh Nabi Muhammad, menun-jukkan betapa besar keinginan Nabi untuk melepaskan diri dari penindasan kaum ka-fir.
Di kota ini, Nabi mulai mengatur kehidupan masyarakat agar dapat hidup dengan damai dan sejahtera.
Kemerdekaan yang diproklamasikan oleh Nabi sejatinya bertujuan demi kebaikan manusia; bukan menguasainya.
Update 26 Agustus 2021. (https://covid19.go.id/)
Tujuan mulia kemerdekaan Nabi Muhammad adalah ketika Piagam Madinah ditan-da-tangani.
Isinya adalah wujud sikap toleransi umat Islam dalam beragama dan antar agama.
Nabi menegaskan perlunya hak asasi manusia melalui perlindungan dan kesetaraan.
Nabi juga memandang penting jaminan hukum dan kebebasan sosial; bukan hanya untuk umat Islam tetapi juga non-Islam.
Sebagai fitrah ajaran Islam, kemedekaan mengingatkan kita akan pesan Allah bahwa berbagai suku dan bangsa perlu mengenal dan saling membantu.
Nilai kemanusiaan juga disampaikan dalam bentuk sikap dan perilaku etis hidup bermasyarakat.
Melalui nilai-nilai kebersamaan dan kemaslahatan, ajaran Islam bertemu dengan tu-juan kemerdekaan suatu bangsa.
Inilah yang menjadi landasan bahwa secara fitrah, kemerdekaan itu adalah hak manusia.
Sebagai fitrah ajaran Islam, merdeka bukan berarti “bebas“ tanpa batas.
Kebebasan yang diajarkan Islam adalah kebebasan yang sesuai dengan nilai kebaikan umat manusia.
Sekalipun berbeda agama, ajaran berbuat kebaikan dapat diimplementasikan dalam berbagai perilaku.
Disini kita mengenal akhlak; yaitu perilaku manusia dalam hubungannya dengan manusia lain.
Dari konsep akhlak inilah, Islam menunjukkan “kemerdekaan” sebagai milik bersama.
Singkatnya, tidak ada ajaran Islam yang menyuruh umatnya menguasai hak asasi umat lain.
Kemerdekaan yang dibawa Islam adalah kemerdekaan yang bertanggung jawab.
Semua manusia akan menerima konsekwensi dari perbuatannya.
Bila perbuatannya baik, maka konsekuensinya akan baik.
Bila perbuatannya tidak baik, maka konsekuensinya juga akan tidak baik.
Ukuran perbuatan baik dalam Islam adalah asas kemaslahatan; tidak boleh merugikan siapapun dan apapun.
Secara praktis ajaran Islam bertujuan kedamaian dan keselamatan; sesuai arti dari kata “Islam” itu sendiri.
Karena itulah, Islam melarang umatnya melakukan pembunuhan, pencurian, perusakan dan lain-lain; karena perbuatan tersebut tidak membawa kepada ke-damaian dan keselamatan.
Seperti kata hadis, “Orang Islam itu adalah orang yang perkataan dan perbuatannya mampu memberikan keselamatan terhadap orang Islam lain”.
Jadi, kita dapat mengatakan bahwa dalam perspektif Islam, kemerdekaan bukanlah milik satu manusia atau kelompok; tetapi milik semua manusia.
Kemerdekaan dalam Islam diukur melalui perilaku dan perbuatan manusia yang bermanfaat dan maslahat, baik bagi diri sendiri atau untuk semua umat manusia. (Dr. Muhammad Noupal, MA / Dosen Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/muhammad-noupal-m-noupal.jpg)