Breaking News:

Gempa Bumi

GEMPA Kuat 7,2 Skala Richter, Warga Berhamburan ke Bukit, Panik Tsunami: Kini Kondisinya Darurat

Ratusan orang tewas setelah Haiti diguncang gempa berkekuatan 7,2 skala richter yang menghancurkan gereja, hotel, dan rumah

Editor: Wiedarto
AP PHOTO/DELOT JEAN
Bagian belakang kediaman uskup Katolik itu rusak pascagempa di Les Cayes, Haiti, Sabtu, 14 Agustus 2021. 

SRIPOKU.COM, HAITI--Ratusan orang tewas setelah Haiti diguncang gempa berkekuatan 7,2 skala richter yang menghancurkan gereja, hotel, dan rumah, dalam tragedi terbaru yang melanda negara Karibia itu. Gempa pada Sabtu (14/7/2021), yang melanda barat daya negara itu terjadi pada pukul 8.29 pagi waktu setempat.

Kuatnya guncangan terasa di seluruh Karibia dan menghidupkan kembali kenangan menyakitkan dari gempa dahsyat 2010, yang menewaskan lebih dari 200.000 orang.

Perdana Menteri (PM) Haiti Ariel Henry mengumumkan keadaan darurat selama sebulan, di negara yang baru terperosok dalam krisis kemanusiaan dan politik yang dalam dan masih belum pulih dari pembunuhan presidennya baru-baru ini.

Gempa tersebut memicu kepanikan di ibu kota, Port-au-Prince, yang sebagian besar diratakan oleh bencana pada 2010. Seorang warga lokal, Carmelle Charles, menangis ketika dia ingat melarikan diri ke luar setelah gempa terakhir mengguncang rumahnya di lingkungan Delmas. “Saya berlari keluar dengan air mata berlinang … karena begitu banyak gambaran (peristiwa) 12 Januari 2010 berkelebat di benak saya. Saya harap ini tidak akan sama,” kata pengusaha wanita berusia 37 tahun itu melansir Guardian pada Sabtu (14/8/2021).

Tetapi, PM Henry, yang telah memimpin Haiti sejak pembunuhan presiden Jovenel Moise baru-baru ini, mengatakan beberapa daerah telah mengalami kerusakan besar, serta banyak korban jiwa. “Saya menyampaikan simpati kepada kerabat para korban gempa bumi yang dahsyat ini,” cuit Henry, ketika kekhawatiran atas jumlah korban tewas meningkat dan rumah sakit dipenuhi dengan yang terluka.

Korban tewas dilaporkan termasuk mantan senator Gabriel Fortune, yang jenazahnya dilaporkan ditarik dari sebuah hotel yang runtuh di kota pesisir Les Cayes. Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan bagian barat daya pulau di dekat pusat gempa, sekitar 80 mil dari ibu kota, telah sangat terdampak gempa.

Foto-foto menunjukkan penduduk yang terguncang berkeliaran di jalan-jalan, serta gedung dan kendaraan hancur di kota Les Cayes dan Jeremie. Satu gambar menunjukkan puncak menara Katedral St Louis King of France abad ke-19 di Jeremie telah runtuh. Yang lain menunjukkan tubuh seorang pria yang tertutup debu dan tampaknya tak bernyawa diangkut dari reruntuhan sebuah bangunan.

Jeanty Dormeus mengatakan saudara laki-lakinya yang berusia 38 tahun, Vilfort Dormeus, tewas ketika rumahnya runtuh di Les Cayes, di mana warga yang panik dilaporkan melarikan diri ke pegunungan karena takut tsunami.

“Haiti tidak beruntung, selalu ada yang salah,” kata Dormeus, seorang penjahit berusia 41 tahun dari Port-au-Prince. "Tidak ada seorang pun di keluarga yang mengharapkan sesuatu seperti ini."

Seorang jurnalis untuk Le Nouvelliste Haiti, Robenson Geffrard, mengatakan rumah sakit di Les Cayes kewalahan dengan jumlah pasien yang terluka yang dibawa masuk. Kantor perlindungan sipil Haiti mengatakan sedikitnya 225 orang tewas dalam gempa tersebut. B

Akim Kikonda, perwakilan Catholic Relief Services di Haiti, mengatakan bahwa, tidak seperti 2010, tampaknya sebagian besar Port-au-Prince terhindar bencana. Tetapi situasinya jauh lebih buruk di barat daya. “Saya mendengar tentang banyak rumah dan beberapa bangunan umum yang rusak parah. Beberapa dari mereka telah runtuh sepenuhnya, sehingga orang-orang berada di luar dan tidak memiliki rumah,” kata Kikonda.

Seorang rekan pekerja bantuan mencoba melakukan perjalanan sejauh 60 mil dari Cayes ke Jeremie tetapi terpaksa kembali. “Jalan itu benar-benar terhalang oleh tanah longsor dan retakan besar di jalan. Jadi sepertinya kita benar-benar dapat memperkirakan ada kerusakan yang signifikan di daerah itu, ”katanya.

Duta Besar Haiti untuk AS, Bocchit Edmond, adalah salah satu dari banyak orang yang membandingkan bencana alam terbaru Haiti dengan bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 yang melanda 11 tahun lalu. “Perasaan 12 Januari 2010 kembali menghantui kita. Bencana alam terus menyerang #Haiti," cuitnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Kuat M 7,2 Guncang Haiti, Sedikitnya 227 Orang Tewas"
Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum
Editor : Bernadette Aderi Puspaningrum

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved