Pertanian

Cara Mengendalikan Hama pada Tanaman Kubis, Ulat Grayak Paling Bikin Petani Rugi, Basmi Pakai Ini

Pada hari keempat dan kelima larva akan memakan daun dari bagian bawah dan akan menyebabkan kerusakan yang parah pada daun sebelum ulat bergerak pada

Tayang:
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Petani sayur kol atau kubis di Semende Muaraenim yang butuh suntikan modal. 

SRIPOKU.COM - Kubis, kol, kobis, atau kobis bulat (terdiri dari beberapa kelompok kultivar dari Brassica oleracea) adalah tanaman dua tahunan hijau atau ungu berdaun, ditanam sebagai tanaman tahunan sayuran untuk kepala padat berdaunnya.

Kubis putih (Brassica oleracea var. capitata L.) merupakan salah satu sayuran penting, terutama di dataran tinggi.

Sejak awal tahun 70-an kubis juga ditanam di beberapa daerah dataran rendah, seperti di daerah Yogyakarta, Klaten, dan Jember.

Kubis adalah sayuran yang berlapis-lapis.

Dalam kondisi hari diterangi matahari panjang seperti yang ditemukan di garis lintang utara di musim panas, kubis dapat tumbuh jauh lebih besar.

Dalam budidaya tanaman kubis, hama menjadi salah satu hal yantg tidak diinginkan oleh petani.

Kehadiran hama bisa menyebabkan turunkan angka produksi dari kubis bahkan bisa mengakibatkan gagal panen.

Berikut ini Sripoku.com sajikan beberapa hama yang kerap menyerang tanaman kubis serta cara mengendalikannya:

1. Hama ulat daun kubis (Plutella xylostella)

Ulat merupakan salah satu jenis hama utama di pertanaman kubis, dengan serangan yang timbul kadang-kadang sangat berat sehingga tanaman kubis tidak membentuk krop dan panennya menjadi gagal.

Ulat ini memiliki ukuran relatif kecil berkisar 5-10 mm, berwarna hijau. Jika diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang.

Upaya Pengendalian

  1. Membersihkan gulma yang menjadi inang untuk meletakkan telur.
  2. Mengumpulkan telur, larva, pupa lalu dimusnahkan.
  3. Menggunakan perangkap air atau perangkap lekat (perekat) sebanyak satubuah/10 m²dapat digunakan untuk memantau populasi ngengat jantan.
  4. Aplikasi pestisida kimia sintetik yang terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian apabila pengendalian lain tidak dapat mengurangi intensitas serangan hama, misalnya yang berbahan aktif alfa-spermetrin, asefat, abamectin, asetamifrid, bacillus thuringiensis, dan bensultap.

Baca juga: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Sawi, Penyakit yang Bisa Sebabkan Busuk Daun Sawi

Baca juga: Cara Pengendalian Hama & Penyakit pada Tanaman Pare (Momordica charantia L),Lengkap dengan Gejalanya

2. Ulat Krop Kubis (Crocidolomia binotalis)

Ulat Krop Kubis menyerang daun muda sampai habis sampai tidak tersisa, tanaman menjadi rusak dengan adanya kotoran yang masih menempel pada daun.

Biasanya ulat berada pada bagian bawah daun karena mereka cenderung menghindari cahaya, jika diganggu agak malas untuk bergerak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved