10 Fakta Sumbangan Rp 2 Triliun bak 'Ngeprank', Kini Heriyanti Putri Akidi Tio Ditetapkan Tersangka

Berikut 10 fakta soal sumbangan Rp2 triliun hingga sang putri Akidi Tio ditetapkan sebagai tersangka

Penulis: pairatkhadafi | Editor: pairat
Humas Polda
Bantuan diberikan keluarga mendiang Akidi Tio mencapai Rp 2 Triliun, melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan, di Mapolda Sumsel, Senin 26 Juli 2021 

SRIPOKU.COM - Baru-baru ini nama Akidi Tio sempat viral dan menjadi sorotan publik setelah ia dan keluarga besarnya sumbangkan Rp2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Bersumber dari Polda Sumsel, foto penyerahan bantuan secara simbolis di Mapolda Sumsel diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri yang juga disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Tak kunjung cair, masyarakat seolah dibuat penasaran turut mempertanyakan bagaimana nasib sumbangan Rp2 Trilun tersebut.

Apakah uang 2 Triliun yang sempat menjadi buah bibir cuma 'prank' belaka?

Lantas, bagaimana nasib keluarga Akidi Tio?

Dirangkum Sripoku.com dari berbagai sumber, berikut 10 fakta soal sumbangan Rp2 triliun hingga sang putri Akidi Tio ditetapkan sebagai tersangka:

1. Selebrasi penyerahan simbolis sumbangan Rp2 Triliun

Kapolda Sumsel Irjen Prof Eko Indra Heri menerima bantuan dari keluarga Akidi Tio untuk masyakarat Sumsel yang terdampak Pandemi Covid-19.
Kapolda Sumsel Irjen Prof Eko Indra Heri menerima bantuan dari keluarga Akidi Tio untuk masyakarat Sumsel yang terdampak Pandemi Covid-19. (Kolase Sripoku.com)

Baca juga: Pernyataan Pertama Polda Sumsel Usai Anak Akidi Tio Jadi Tersangka, Profesor Hardi Ikut Diperiksa

Penyerahan sumbangan Rp2 T ini tidak main-main, dihadiri oleh orang-orang penting bahkan disaksikan oleh orang nomor satu di Sumsel.

Bantuan itu diberikan oleh perwakilan keluarga Akidi Tio di Mako Polda Sumsel tepatnya pada Senin (26/7/2021).

Bantuan itu diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini dan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Bantuan tersebut diberikan oleh Akidi Tio, lebih tepatnya keluarga mendiang melalui dokter keluarga Akidi Tio di Palembang, Prof. dr. Hardi Darmawan.

2. Siapa Sosok Akidi Tio?

Berdasar keterangan dari Dokter keluarga Akidi Tio di Palembang, Prof. dr. Hardi Darmawan mengungkapkan jika Akidi Tio merupakan sosok seorang pengusaha.

"Saya sebenernya adalah dokter keluarga dari almarhum pak Akidi. Sudah 36 tahun dengan pak Akidi dan bila ditambah dengan anak-anak, mantu dan cicit-cicitnya, berarti terhitung sudah 48 tahun saya mengenal keluarga beliau," ujar Prof dr Hardi Darmawan saat ditemui setelah acara penyerahan bantuan di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021).

Hardi menjelaskan, Akidi Tio adalah seorang pengusaha sukses di bidang pembangunan dan kontraktor.

Meski sukses dalam bidangnya, Akidi Tio semasa hidup tidak pernah lewat dalam memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Kebiasaan itu juga Akidi Tio ajarkan kepada tujuh anaknya yang kini juga sudah jadi pengusaha sukses dan mayoritas menetap di Jakarta.

"Sesuai dengan namanya, Akidi artinya keyakinan. Dia sudah berpesan pada anak, cucu, cicit, kalau kamu berhasil di bidang apapun, jangan lupa menyisihkan untuk orang-orang miskin, itu pesan beliau," ujar Hardi.

Menurut Hardi, penyerahan bantuan di Sumsel karena Akidi Tio juga pernah tinggal di Kota Palembang.

Keluarga itu begitu dermawan bahkan kerap memberikan bantuan rutin ke masyarakat.

Luar biasanya, mereka melakukan itu tanpa ada publikasi ke media.

"Bahkan sebelum pandemi mereka juga sering membantu misalnya panti-panti jompo di Palembang ini banyak yang dibantunya. Apalagi dalam pendemi ini, jelas sekali banyak orang kesusahan," ujarnya.

Bahkan sudah banyak bantuan yang diberikan oleh keluarga alm Akidi Tio dalam penanganan covid-19.

"Seperti kepada orang-orang yang melakukan isolasi mandiri, mereka banyak membantu misalnya kirim makanan. Hanya saja memang tidak dipublikasi," ujarnya.

Hardi sendiri, sempat dibuat kaget dengan niat pemberian bantuan Rp.2 triliun oleh keluarga alm Akidi Tio untuk penanganan covid-19 di Sumsel.

"Biasanya mereka itu nelpon untuk berobat. Tapi justru waktu itu malah bikin saya surprise karena mereka bilang mau kasih sumbangan dana bantuan untuk penanganan covid dan kesehatan di Sumsel. Jumlah juga tidak tangung-tanggung besarnya," kata dia.

3. Dijanjikan Cair per Senin 2 Agustus 2021

Sebelumnya Putri bungsu Akidi Tio, Heriyanti sudah bertemu dengan Kapolda Sumsel, Irjen Prof Eko Indra Heri.

Pertemuan itu disebut untuk membahas kepastian pencairan dana bantuan yang diberikan Akidi Tio, untuk masyakat Sumsel.

Saat dikonfirmasi ke Kapolda Sumsel, terkait pertemuan dengan Heriyanti, Irjen Eko hanya menjawab singkat.

"Cuma ngobrol-ngobrol," kata dia.

Namun kepastian kapan bantuan Rp 2 Triliun cair disampaikan oleh dr Siti Mirza Nuriah SpOG, orang dekatnya dari Heriyanti,

Menurut dr Siti Mirza mengatakan, sumbangan Akidi Tio sebesar Rp 2 Triliun akan cair pada Senin (2/8/2021).

"Senin cair. Tapi kan kita tidak tahu. Kan kita berencana, Tuhan yang menentukan. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Tapi memang bisa saya katakan, Senin cair," ujarnya.

Ia meminta kepada masyarakat tidak menyimpulkan hal yang tidak-tidak terhadap niat baik dari keluarga Akidi Tio.

4. Sempat Mau Dinobatkan Penghargaan Bergengsi

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, angkat bicara soal bantuan Rp 2 Triliun yang diberikan keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Menurut dia, keluarga Akidi Tio berpeluang menerima penghargaan Bintang Mahaputera.

Bintang Mahaputera sendiri adalah tanda kehormatan tertinggi kedua yang diberikan pemerintah RI.
"Tahun depan bisa diajukan (Bintang Mahaputera), nanti dewan akan menghitung dari berbagai macam pertimbangannya dan persyaratannya," kata dia.

Menurut dia, dengan kontribusi yang diberikan keluarga Akidi Tio, seharusnya bisa diberikan penghargaan itu.

Menurut Moeldoko, bantuan Rp 2 Triliun itu bisa mengubah lingkungan.

Sehingga sangat memungkinkan untuk membangun rumah sakit dan hal lainnya dengan dana sebesar itu.

"Lingkungan bisa berubah karena uang itu, bisa bangun rumah sakit, dan lain-lain," kata dia, Rabu (28/7/2021) kepada Kepala Newsroom Sripo dan Tribun Sumsel, Weni Ramdiastuti.

5. Akidi Tio, Punya Paman yang Jabat Menteri Perdagangan di Singapura

Sosok Akidi Tio mulai ternyata memiliki paman yang pernah menjadi Menteri Perdagangan di Singapura.

Hal ini diungkapkan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @bambang.soesatyo yang dikutip Kompas.com pada Sabtu (31/7/2021).

Jumlah sumbangan yang begitu besar, bahkan Ketua MPR RI menyebut, bantuan itu terbesar nomor dua di dunia setelah Bill Gates.

Bamsoet mengatakan, Akidi Tio pernah hidup di Palembang.

Sejak dulu Akidi hidup di keluarga Thong Ju, yang merupakan warga keturunan China Palembang yang kaya di era Presiden Soekarno.

Menurut dia, Akidi memiliki paman yang pernah menjabat Menteri Perdagangan di Singapura.

Namun, politisi Partai Golkar tersebut tak menyebut siapa nama pamannya.

6. Sumber Uang Rp2 Triliun

Rudi Sutadi, menantu Akidi Tio yang tinggal di Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Sumatera Selatan, mengatakan bahwa uang itu merupakan tabungan dari Ayah mertuanya semasa hidup.

Sebelum meninggal pada 2009 lalu, Akidi sempat berpesan kepada anak dan menantunya agar menyalurkan dana yang ia kumpulkan tersebut ketika dalam keadaan sulit, sehingga bisa membantu warga yang membutuhkan.

"Jadi uang itu sebetulnya bukan kami yang kumpulkan. Uang itu Bapak kumpulkan sendiri dan minta kami salurkan saat kondisi sulit, agar membantu warga, sehingga wasiat tersebut kami jalankan," kata Rudi saat berada di kediamannya, Rabu (28/7/2021).

Penyaluran dana Rp 2 triliun untuk Palembang sendiri, menurut Rudi, adalah permintaan dari Akidi.

Meskipun berasal dari Aceh, pengusaha sukses yang bergerak di bidang kontraktor dan perkebunan sawit itu telah lama menetap di Kota Palembang, sehingga memiliki keterikatan emosional yang kuat.

"Wasiat itu memang lama belum kami berikan, karena menunggu momen yang dikehendaki oleh Bapak. Bapak berpesan agar uang ini dikeluarkan ketika kondisi benar-benar sulit untuk membantu warga. Kebetulan sekarang dalam masa pandemi, sehingga kami keluarkan," ujar Rudi.

Menurut Rudi, keluarga besar almarhum Akidi Tio tak ingin terlalu terekspose oleh media, karena memberikan bantuan itu secara ikhlas tanpa pamrih. Mereka berharap bantuan yang menjadi wasiat Akidi dapat tersalurkan dengan baik.

"Biarlah ini menjadi kebaikan Pak Akidi, kami tidak minta syarat apapun. Seluruhnya diserahkan ke pihak terkait untuk mengelola dana itu," kata dia.

7. Anak Bungsu Dikabarkan Punya Utang di Mana-mana

Berdasar kabar yang beredar, anak bungsu mendiang Akidi Tio dari rumahnya yang berada di kawasan Kecamatan Ilir Timur I Palembang Heriyanti, memiliki utang di beberapa kerabatnya.

Menyikapi hal tersebut, mantan Ketua DPR RI Marzukie Alie yang dimintakan tamggapan terkait adanya kabar keluarga Aikidi Tio memiliki utang bisa saja.

Meski begitu, ia berharap hal itu tidak membuat polemik dari niat keluarga besarnya menyumbangkan dana Rp 2 triliun untuk penanganan covid-19 di Sumsel.

"Kita tidak mau mengurusi soal (Akidi) nanti jadi salah kita. Siapa yang menyumbang harusnya tidak perlu dipermasalahkan. Apalagi Rp 2 triliun itu tidak dikit," kata Marzuki saat dihubungi, Sabtu (31/7/2021).

Mantan Sekretaris Jenderal partai Demokrat ini pun menilai, jika ada keluarga almarhum Akidi dikatakan memiliki utang di beberapa kerabatnya, hal itu biasa meskipun orang itu memiliki kekayaan melimpah.

"Kalau bekawan biasa (berutang) banyak duit. Akupun biasa kalau kepepet berutang meski banyak duit dan tidak masalah," jelasnya.

7. Heriyanti Ditetapkan sebagai Tersangka

Heriyanti, putri Akidi Tio, dikabarkan jadi tersangka terkait sumbangan Rp 2 triliun beberapa waktu lalu yang kini masih menjadi sorotan.

Heriyanti menjalani pemeriksaan petugas penyidik Polda sumsel.

Putri bungsu almarhum Akidi Tio, Heriyanti tiba di Polda Sumsel, Senin (2/8/2021), sekira pukul 13.00 wib.

Heriyanti datang dengan menggunakan pengawalan petugas kepolisian dari Polda Sumsel.

Setibanya di Polda Sumsel, Heriyanti bergegas dan segera masuk dalam ruangan Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan.

Senin (2/8/2021), putri bungsu Akidi Tio, dijemput oleh dua mobil dan sebuah motor dari kediamannya di Jalan Tugu Mulyo, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini diungkapkan oleh Usman, seorang penjaga lingkungan di kompleks tempat Heriyanti tinggal.

"Pagi tadi ada dua mobil dan satu motor yang mengawal nyonya dari polda," kata Usman.

Pantauan di kediaman Heriyanti nampak berjalan normal seperti biasa.

Suasana rumah putri bungsu Akidi Tio nampak masih sepi dari aktivitas.

Hanya saja beberapa meter dari kediaman Heriyanti itu, terdapat ada beberapa ibu-ibu yang tengah senam.

Menurut Usman, heriyanti dijemput oleh dua mobil, satu mobil bewarna merah dan satunya lagi warna abu-abu.

"Saya tidak tau ke mana mobil itu pergi," kata Usman.

Selain itu kata dia, sebuah motor polisi yang mengawal mereka.

9. Reaksi Suami Heryanti, pasca sang istri Ditetapkan Tersangka

Suami Heriyanti, Rudi Sutiadi enggan berbicara lebih jauh terkait penangkapan istrinya terkait sumbangan Rp2 Triliun, yang diduga hoax.

Seperti yang diketahui, Heriyanti merupakan putri dari almarhum Akidi Tio, seorang pengusaha asal Aceh.

Awalnya Heriyanti mewakili keluarga, memberikan bantuan kepada warga Sumsel sebesar Rp2 Triliun.

Bantuan tersebut diakui merupakan wasiat dari ayahnya, Akidi Tio untuk diberikan.

Saat ini Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka karena uang tersebut diduga tidak ada, alias hoax.

Sripoku.com melakukan pantauan di kediaman Heriyanti di Jalan Tugu Mulyo, Palembang.

Sejak pagi tidak tampak ada aktivitas penghuni rumah di sekitar rumahnya.

Namun, sekira pukul 14:11 WIB suami Heriyanti, Rudi Sutadi, pulang ke rumah.

Ia pulang menggunakan motor matic dan membawa kardus dan bungkusan yang tampak berisi bahan makanan.

Saat diminta berkomentar soal penangkapan sang istri, Rudi enggan memberikan komentar.

"No comment, no comment. Kagek bae (nanti dulu)," ujar Rudi sembari menutup pintu pagar rumahnya dan kemudian masuk ke dalam rumah.

10. Kecurigaan Herman Deru

Gubernur Sumsel, Herman Deru.
Gubernur Sumsel, Herman Deru. (tribunsumsel.com/arief)

Baca juga: Polda Sumsel Sudah Bentuk Timsus Usai 2 Triliun Diberikan Simbolis, Heriyanti Kena Pasal Kegaduhan

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku sejak awal sudah curiga dengan donasi yang bakal diberikan oleh keluarga Alm Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Herman Deru pun sudah melihat indikasi tidak beres atas adanya sumbangan yang diberikan anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti pada saat penyerahan simbolis bakal sumbangan tersebut pada, Senin (26/8/2021).

"Saya waktu diundang sebagai saksi simbolis penyerahan sumbangan itu sudah curiga akan memberikan bantuan ke Kapolda Sumsel itu tidak ada. Indikasinya sudah kita baca," ujarnya di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (2/8/2021).

Deru mengungkapkan, secara pribadi ia sangat mengapresiasi langkah cepat Polda Sumsel yang langsung melakukan penyelidikan ketika adanya penyerahan simbolis sumbangan sebesar Rp 2 T tersebut hingga tertangkapnya tersangka.

Gubernur meminta Polda Sumsel untuk menindak tegas oknum yang melakukan kebohongan publik itu disaat pemerintah daerah tengah fokus melakukan penanganan Pandemi Covid-19.

"Saya meminta Polri menindak tegas oknum ini. Di saat kita sedang fokus penanganan Covid-19 ia malah membuat kegaduhan," tegas Deru.

Deru mengaku Pemprov Sumsel merasa tidak tertipu atau kena prank terkait sumbangan Rp 2 tersebut.

Sebab, sejak awal ia tidak berharap dan curiga adanya bakal sumbangan super fantastis.

Ke depan, apabila bakal ada individu atau korporasi memberikan bantuan ke satgas Covid-19 Sumsel pihaknya akan melakukan kroscek mendalam dan tidak menerima bantuan berupa uang, melainkan material penangan Covid-19.

"Saya merasa tidak kena prank, karena dari awal tidak berharap dengan uang itu. Kalau ada yang mau beri bantuan pemeritah hanya menerima material bukan uang," ungkapnya.

(*)

Baca juga: Kronologi Nasib Sumbangan Rp2 Triliun, Anak Akidi Tio Diperiksa Polisi Hingga Dikabarkan Hoax

Baca juga: Sumsel Kena Prank 2 Triliun, Pengamat Husni Thamrin: Peristiwa Anak Akidi Tio Harus Jadi Pelajaran

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved