Breaking News:

Anak Anggota DPRD Samarinda Acungkan Jari Tengah kepada Petugas Satpol PP, Nasibnya Sekarang Begini

Selain permohonan maaf, mereka dimintai keterangan terkait acungan jari tengah ke arah petugas yang dilakukan salah seorang pemuda yang

Editor: Fadhila Rahma
HO/POLRESTA SAMARINDA
Dua pemuda pengelola kafe, anak anggota DPRD Kota Samarinda Abdul Rofik saat berada di Polresta Samarinda dan menyampaikan permintaan maaf, pada Jumat (30/7/2021). HO/POLRESTA SAMARINDA 

SRIPOKU.COM - Buntut dari perlakuan tak pantas anak anggota Dewan Samarinda yang mengelola sebuah kafe di Jalan Kedondong, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kaltim, akhirnya memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk meminta maaf.

Dua pemuda pengelola kafe, anak anggota DPRD Kota Samarinda Abdul Rofik yang tercatat sebagai mahasiswa dihadirkan di Polresta Samarinda, Jumat (30/7/2021) sore.

Selain permohonan maaf, mereka dimintai keterangan terkait acungan jari tengah ke arah petugas yang dilakukan salah seorang pemuda yang bernama Muhammad Daffa (19).

Baca juga: Anak Bungsu Akidi Tio Dikabarkan Berutang Dimana-mana, Mantan Ketua DPR Marzuki Alie: Itu Biasa

Baca juga: Intip Aktivitas Pengrajin Tikar Purun Khas Warga Pedamaran OKI, Bahan Bakunya Sedang Sulit Didapat

Baca juga: Debutnya di Olimpiade Tokyo 2020 Ternoda Oleh Anthony Ginting, Anders Antonsen: Itu Menyakitkan

Baca juga: Turun dari Mobil Daihatsu Sigra, Heriyanti, Putri Akidi Tio, Bergegas Merantai Pagar & Masuk Rumah

Daffa terlihat tidak menggunakan masker saat malam operasi yustisi, dengan pedenya mengacungkan jari tengah tepat di sebelah saudara laki-lakinya, gestur tersebut tertangkap kamera Tim Satgas yang melakukan sidak.

"Iya betul (kami panggil mintai keterangan), yang bersangkutan juga minta maaf," tutur Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma Sena, Jumat (30/7/2021).

Hasil permintaan keterangan dan pernyataan permohonan maaf kedua anak anggota dewan ini juga disampaikan.

Pemuda kelahiran Samarinda, 20 September 1997 mengaku ketika Tim Satgas datang dan salah satu dari anggota Satpol PP memberitahukan adanya aturan PPKM Level IV, dia hanya bersikap biasa saja.

Namun Daffa sempat mengeluarkan gestur tangan jari tengah yang diakuinya secara tidak sengaja tertangkap kamera salah satu Tim Satgas.

"Diakui oleh dia (pelaku), akibat gestur tersebut menjadi viral. Selanjutya bentuk dan tanggung jawabnya merasa bersalah karena akibat ekspresi secara reflek jari tengah tersebut menjadi ribut di media sosial. Pelaku meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan, serta membuat surat pernyataan," tutur Kompol Andika Dharma Sena.

"Maksud dan tujuannya sesuai hasil pemeriksaan adalah ekpresi anak muda ketika difoto dan hal tersebut bukan ditujukan kepada siapa-siapa. Yang mana ketika di foto, pelaku tidak tahu bahwasanya gambar tersebut diupload oleh orang lain," sambung Kasat Reskrim.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved